Media Kampung – 09 April 2026 | Giicomvec 2026 menampilkan prototipe truk listrik sebagai bagian dari upaya mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di sektor logistik.
Acara tersebut digelar di Jakarta pada 8 April 2024 dan dihadiri oleh pejabat pemerintah serta perwakilan industri otomotif.
Truk listrik yang dipamerkan memiliki kapasitas angkut hingga 12 ton dan dilengkapi baterai lithium‑ion berdaya 300 kWh.
Sistem manajemen energi memungkinkan jarak tempuh sekitar 250 kilometer dalam satu siklus pengisian penuh.
Pengisian cepat dapat dilakukan dalam waktu kurang dari satu jam menggunakan stasiun pengisian cepat bertegangan tinggi.
Desain chassis mengadopsi teknologi modul yang memudahkan perawatan dan penggantian komponen utama.
Giicomvec menekankan bahwa kendaraan ini dirancang untuk menyesuaikan dengan kondisi jalan di seluruh Indonesia, termasuk medan berat di wilayah pedesaan.
Spesialis driveline menjelaskan bahwa motor listrik menghasilkan torsi maksimal 2.500 Nm, cukup untuk mengatasi tanjakan curam tanpa kehilangan performa.
Pihak penyelenggara menyatakan bahwa truk listrik ini dapat mengurangi emisi CO2 hingga 30 persen dibandingkan truk diesel sekelas.
Pengurangan emisi ini sejalan dengan target Indonesia untuk menurunkan intensitas karbon sektor transportasi sebesar 45 persen pada 2030.
Seorang juru bicara Giicomvec, Budi Santoso, mengatakan, “Kami berharap truk ini dapat menjadi katalisator bagi transformasi rantai pasok nasional menuju keberlanjutan.”
Ia menambahkan bahwa harga kompetitif akan menjadi kunci dalam memperluas pangsa pasar kendaraan listrik komersial.
Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengeluarkan regulasi insentif pajak bagi kendaraan listrik komersial dengan kapasitas di atas 5 ton.
Insentif tersebut mencakup pembebasan bea masuk baterai serta pengurangan pajak penjualan kendaraan bermotor.
Berbagai perusahaan logistik besar, termasuk PT. Logistik Prima dan PT. Kargo Nusantara, telah menyatakan minat untuk menguji coba truk listrik ini dalam operasional mereka.
Uji coba lapangan dijadwalkan akan dimulai pada kuartal ketiga 2024 di pelabuhan Tanjung Priok.
Hasil uji coba akan memberikan data real‑time mengenai efisiensi bahan bakar, keandalan sistem, dan biaya total kepemilikan.
Data tersebut diharapkan dapat memperkuat argumentasi ekonomis bagi perusahaan yang masih ragu beralih ke kendaraan listrik.
Analisis pasar otomotif nasional memperkirakan pertumbuhan kendaraan listrik komersial sebesar 18 persen per tahun hingga 2028.
Faktor pendorong utama meliputi kebijakan pemerintah, peningkatan infrastruktur pengisian, serta kesadaran lingkungan di kalangan pelaku usaha.
Selain truk, Giicomvec juga menampilkan konsep bus listrik dan kendaraan ringan berbasis sel bahan bakar hidrogen.
Keberagaman produk mencerminkan strategi ekosistem kendaraan bersih yang terintegrasi.
Investor domestik dan asing menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam pendanaan produksi massal truk listrik ini.
Salah satu lembaga keuangan, Bank Mandiri, menyatakan akan menyediakan paket pembiayaan khusus bagi pembeli kendaraan listrik komersial.
Program pembiayaan tersebut mencakup suku bunga rendah dan tenor hingga 10 tahun.
Di sisi lain, produsen baterai nasional, PT. Selindo, menegaskan kesiapan pasokan sel baterai dengan standar keamanan internasional.
Mereka juga berencana mengembangkan fasilitas daur ulang baterai untuk mengurangi limbah elektronik.
Pengembangan daur ulang ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang menargetkan tingkat daur ulang baterai sebesar 70 persen pada 2030.
Secara keseluruhan, peluncuran truk listrik Giicomvec 2026 menandai langkah signifikan dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik Indonesia.
Dengan dukungan regulasi, infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor, industri logistik diharapkan dapat bertransisi menuju operasi yang lebih bersih dan efisien.
Keberhasilan implementasi ini akan berkontribusi pada pencapaian target iklim nasional serta meningkatkan daya saing industri transportasi Indonesia di pasar global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan