Media Kampung – Jakarta merayakan Hari Bumi 2026 dengan serangkaian aksi berkelanjutan, mulai dari program Greeneration di Central Park Mall hingga penanaman mangrove dan terumbu karang oleh PT Telkom Indonesia di Lombok Utara.
Greeneration, inisiatif yang berlangsung dari 3 April hingga 24 Mei, menampilkan yoga, matcha rave, dan sesi edukasi lingkungan di Tribeca Park, taman hijau dalam kawasan mall yang berfungsi sebagai paru‑paru kota.
Menurut penyelenggara, tema “An Extraordinary Green Movement” mengundang masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan alam melalui aktivitas fisik dan seni, sekaligus menekankan pentingnya mengurangi jejak karbon dalam kehidupan urban.
Rosa Anggreati, koordinator acara, menambahkan bahwa program ini menyediakan ruang terbuka hijau yang dapat diakses gratis, sehingga warga Jakarta Barat dapat merasakan manfaat kesehatan dan psikologis dari lingkungan yang lebih hijau.
Sementara itu, Telkom meluncurkan program konservasi di Pantai Pandanan, Lombok Utara, dengan menanam 10.000 bibit mangrove dan mentransplantasi 2.000 potong karang pada 23 April 2026.
Hery Susanto, Senior Manager SGM Social Responsibility Telkom, menyatakan bahwa penanaman mangrove bertujuan memperkuat perlindungan pantai dari abrasi sekaligus menyerap karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim.
Transplantasi terumbu karang dipilih karena perannya sebagai habitat laut yang mendukung keanekaragaman hayati dan memperkuat ekonomi perikanan serta pariwisata di wilayah tersebut.
Lokasi konservasi dipilih berdekatan dengan jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Mandalika‑Sanur, sehingga menambah nilai strategis bagi kelangsungan infrastruktur digital Telkom.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa wilayah Indonesia mengalami peningkatan intensitas bencana alam, termasuk gempa susulan di Sulawesi Utara pada 2‑4 April 2026 yang mencatat lebih dari 1.800 aftershock.
Fenomena tersebut menegaskan urgensi aksi lingkungan seperti yang digalakkan pada Hari Bumi, karena degradasi ekosistem dapat memperparah dampak geologis dan iklim.
National Geographic mencatat Hari Bumi pertama kali diperingati pada 22 April 1970 dan kini dirayakan di lebih dari 190 negara, menandakan komitmen global untuk melindungi planet.
Dalam konteks Indonesia, inisiatif Greeneration dan program Telkom mencerminkan sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Kedua program tersebut telah melibatkan ribuan relawan, pelajar, dan profesional yang secara aktif berpartisipasi dalam penanaman, edukasi, serta pemantauan kualitas lingkungan.
Dengan langkah konkret ini, diharapkan Jakarta dan wilayah pesisir lainnya dapat meningkatkan ketahanan ekosistem, mengurangi emisi karbon, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply