Media Kampung – Perseteruan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, masih menjadi perhatian publik dengan berbagai isu yang muncul, mulai dari hak asuh anak hingga masalah keuangan dan kehadiran debt collector.

Ruben Onsu mengaku kesulitan bertemu dengan anak-anaknya setelah perceraian, sementara Sarwendah membantah telah menghalangi pertemuan tersebut. Dalam sebuah podcast, Sarwendah menegaskan bahwa ia tidak pernah membatasi atau melarang anak-anak bertemu dengan ayahnya, melainkan selalu membuka kesempatan untuk menjaga hubungan baik antara Ruben dan anak-anak.

Baca juga:

Isu Debt Collector dan Kondisi Keuangan

Sarwendah mengungkapkan pengalamannya didatangi oleh beberapa debt collector yang menagih cicilan berbagai barang, termasuk cicilan mobil dan pinjaman daring. Hal ini menjadi salah satu alasan dirinya memilih pindah dari rumah yang merupakan harta bersama agar dapat memberikan ketenangan bagi anak-anaknya. Ia menyatakan bahwa debt collector menghubungi nomor teleponnya secara intensif, yang menimbulkan tekanan dan ketidaknyamanan.

Pihak kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membantah keterlibatan kliennya dalam pinjaman daring tersebut dan meragukan kabar kebangkrutan finansial Ruben. Minola juga menilai bahwa persoalan keuangan sebaiknya diselesaikan secara internal dan tidak diumumkan ke publik karena dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap kliennya.

Perdebatan soal Nafkah Anak

Dalam polemik nafkah anak, Sarwendah mengusulkan agar Ruben Onsu membuat rekening dan kartu ATM khusus atas nama anak-anak. Dengan demikian, tanggung jawab pemberian nafkah dapat dilakukan secara langsung oleh Ruben kepada anak-anaknya, tanpa melalui Sarwendah. Menurut Sarwendah, skema ini akan menghindarkan perselisihan di masa depan dan membantu anak-anak belajar mengenai tanggung jawab keuangan dari ayah mereka.

Baca juga:

Kuasa hukum Ruben menyatakan bahwa Ruben telah memberikan nafkah bulanan yang cukup besar, termasuk membayar sebagian tagihan kartu kredit Sarwendah yang digunakan untuk kebutuhan anak-anak.

Dugaan Upaya Mempermalukan

Pernyataan Sarwendah mengenai kehadiran debt collector mendapat tanggapan dari kuasa hukum Ruben Onsu yang menduga bahwa hal tersebut sengaja disampaikan ke publik untuk mempermalukan Ruben. Minola Sebayang menegaskan bahwa jika memang ada debt collector datang, sebaiknya masalah tersebut diselesaikan secara internal dan tidak diumumkan ke media massa.

Perseteruan ini bermula dari permasalahan hak asuh anak yang telah diajukan Ruben Onsu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemudian berkembang menjadi sengketa aset dan harta bersama. Konflik ini menunjukkan kompleksitas hubungan antara kedua pihak pasca perceraian dan pentingnya komunikasi yang baik demi kepentingan anak-anak.

Baca juga:

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, penting bagi kedua belah pihak untuk fokus pada kesejahteraan anak dan menyelesaikan masalah secara dewasa dan bijaksana agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi anak-anak maupun publik.