Media Kampung – 18 April 2026 | Membaca Alam sebagai Ayat Tuhan: Integrasi Islam dan Sains Jadi Kunci Peradaban Ilmu menjadi topik utama diskusi podcast yang diselenggarakan oleh Center for Integrative Science and Islamic Civilization (CISIC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Jumat, 17 April 2026.
Podcast tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara CISIC yang menyoroti hubungan antara pandangan Islam dan ilmu pengetahuan modern. Acara ini disiarkan secara daring dan dapat diakses oleh publik secara gratis.
Tema “Islamisasi Sains: Menyatukan Ayat Kauniyah dan Ayat Qauliyah” bertujuan menjembatani ayat-ayat yang menggambarkan hukum kosmos dengan hadis yang menekankan nilai moral. Upaya ini diharapkan menciptakan pemahaman ilmiah yang berlandaskan etika Islam.
Diskusi dipandu oleh Dr. Ahmad Fauzi, pakar studi Islam, serta anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan. Kedua narasumber menyajikan perspektif interdisipliner yang menghubungkan teks suci dengan metodologi ilmiah.
Dr. Fauzi menjelaskan bahwa ayat kauniyah mencerminkan hukum-hukum alam yang dapat dipelajari melalui metodologi ilmiah.
Sementara ayat qauliyah menekankan nilai moral dan etika yang menjadi landasan interpretasi ilmu pengetahuan. Kedua dimensi tersebut dipandang saling melengkapi dalam rangka membangun peradaban ilmu.
Data pendukung menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen mahasiswa sains di UMY melaporkan peningkatan motivasi belajar setelah mengikuti program integratif.
Program ini melibatkan laboratorium fisika, kimia, serta kajian tafsir Al‑Qur’an yang dipandu oleh dosen agama.
Hasil awal menunjukkan peningkatan nilai rata‑rata pada mata kuliah fisika dasar sebesar 0,8 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Para peneliti CISIC juga menyoroti contoh konkret seperti penerapan prinsip termodinamika dalam penafsiran ayat tentang keseimbangan alam.
Dr. Fauzi menyatakan, ‘Meneliti alam adalah ibadah bila niatnya mengungkap kebesaran Sang Pencipta’.
Rektor UMY Prof. Dr. Hadi Santosa menekankan pentingnya sinergi ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan dalam pembentukan peradaban masa depan. Ia menambahkan bahwa universitas berkomitmen menyediakan kurikulum yang mengintegrasikan studi Qur’an dengan mata kuliah sains utama.
Kondisi terbaru menunjukkan bahwa podcast tersebut telah diunduh lebih dari 10.000 kali. Rencana peluncuran seri lanjutan dijadwalkan pada bulan Mei 2026.
Konsep membaca alam sebagai ayat Tuhan telah lama menjadi bagian dari tradisi ilmuwan Muslim seperti Al‑Biruni dan Ibn Al‑Haytham, yang memadukan observasi alam dengan tafsir Qur’an.
CISIC meneliti cara-cara modern untuk menghidupkan kembali metode tersebut melalui proyek kolaboratif dengan lembaga penelitian internasional.
Salah satu proyek terkini melibatkan analisis data satelit untuk memetakan perubahan iklim, yang dihubungkan dengan ayat-ayat tentang keseimbangan bumi.
Mahasiswa yang berpartisipasi melaporkan peningkatan rasa tanggung jawab lingkungan serta pemahaman yang lebih mendalam tentang etika ilmiah.
Rencana ke depan mencakup penyusunan modul pembelajaran yang akan diintegrasikan ke dalam kurikulum nasional melalui kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan