Media KampungKiai Zulfa Musthofa, Wakil Ketua Umum PBNU, menyampaikan tiga kunci utama untuk memulihkan trust NU di Banyuwangi pada kunjungan 26 April 2026.

Kunjungan itu dilakukan setelah beliau menghadiri pelantikan pengurus MWCNU Kecamatan Banyuwangi dan dilanjutkan dengan diskusi bersama pengurus PCNU Banyuwangi.

Dalam forum tersebut, isu menurunnya kepercayaan publik terhadap jam’iyyah menjadi fokus utama, menuntut langkah konkret selain sekadar upacara simbolis.

“Kepercayaan publik tidak bisa dibangun dari simbol. Harus ada praktik nyata yang konsisten dan bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Kiai Zulfa.

Kunci pertama yang diusulkan adalah membangun budaya kritis di dalam organisasi, menjadikan kritik sebagai mekanisme koreksi.

“Kritik itu bagian dari menjaga arah organisasi tetap sehat. Tanpa kritik, organisasi bisa kehilangan kontrol,” tegasnya.

Budaya kritis diharapkan memunculkan ide-ide perbaikan dan mengurangi potensi stagnasi dalam tata kelola NU.

Kunci kedua menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi dari kepentingan jangka pendek yang dapat menggerus kepercayaan.

“Kalau independensi terganggu, publik akan ragu. NU harus tetap berdiri sebagai penyeimbang,” kata Zulfa.

Independensi dianggap faktor penentu legitimasi, terutama dalam hubungan dengan pemerintah dan lembaga lain.

Kunci ketiga berfokus pada adab dan akhlak dalam setiap relasi, termasuk dengan pemerintah, agar komunikasi tetap santun namun tegas.

“Harus tegas dalam prinsip, tapi tetap santun dalam sikap,” ujar Kiai Zulfa menegaskan pentingnya etika.

Penguatan adab diharapkan meningkatkan citra NU di mata masyarakat dan menghindari persepsi manipulatif.

Situasi ini muncul pasca masa transisi kepengurusan yang menimbulkan kebingungan struktural dan menurunkan rasa kepemilikan anggota.

Survei internal yang dilakukan oleh PCNU menunjukkan penurunan kepercayaan publik sebesar 12% dibandingkan periode sebelumnya.

Anggota pengurus menyambut rekomendasi tiga kunci tersebut dengan antusias dan berkomitmen untuk mengimplementasikannya.

Rencana aksi meliputi workshop budaya kritis, audit independensi, dan pelatihan etika relasi publik selama tiga bulan ke depan.

Jadwal pelaksanaan diharapkan selesai pada akhir September 2026, dengan evaluasi berkala setiap kuartal.

Salah satu warga Banyuwangi mengungkapkan harapannya, “Kami ingin melihat perubahan nyata, bukan sekadar kata-kata di atas kertas.”

Menjelang akhir pertemuan, Kiai Zulfa menegaskan bahwa integritas dalam praktik menjadi satu-satunya jalan untuk menumbuhkan kembali trust NU.

Hingga kini, PCNU Banyuwangi tengah menyiapkan dokumen kerja dan indikator kinerja untuk mengukur efektivitas tiga kunci tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.