Media Kampung, Tuban – KSOP Kelas III Tanjung Pakis telah menandai area tenggelamnya Kapal MV Khatulistiwa 8 yang bermuatan semen setelah terlibat tabrakan dengan kapal tongkang. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu, 7 Oktober 2026, malam. Saat ini, satu orang Anak Buah Kapal (ABK) masih dalam pencarian, sementara nahkoda dan 16 ABK lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat.
Bobby Mulya Kusuma, Koordinator Wilayah Kerja Jenu di KSOP Kelas III Tanjung Pakis, menyatakan bahwa timnya bersama petugas gabungan masih fokus melakukan pencarian satu ABK yang belum ditemukan. Selain itu, tim juga akan melakukan penandaan atau marking di lokasi tenggelamnya kapal MV Khatulistiwa 8. “Untuk kapal yang karam, hari ini kami akan melakukan penandaan dulu di lokasi karamnya kapal,” ujar Bobby pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Bobby juga menjelaskan mengenai evakuasi kapal. “Kami akan meninjau dulu, apakah kapal bisa dievakuasi atau tidak karena kapal ada muatannya,” imbuhnya.
Kronologi kejadian bermula saat kapal MV Khatulistiwa 8 bertolak dari dermaga Terminal Khusus (Tersus) PT SIG Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah, sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah itu, KSOP Kelas III Tanjung Pakis mendapatkan informasi mengenai tabrakan dengan kapal tongkang yang menyebabkan kapal bocor dan tenggelam. Untuk membantu proses evakuasi, KSOP memerintahkan kapal TB Amazon dan TB Multi.
Usaha evakuasi berhasil, dan nahkoda bersama 16 ABK lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat.













