Media Kampung, Jakarta – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menargetkan seluruh fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pulih seperti sedia kala pada 2027. Pemulihan fasilitas kesehatan dilakukan secara bertahap setelah banjir dan longsor melanda tiga provinsi tersebut pada akhir November 2025.
Pemerintah pun menargetkan seluruh fasilitas kesehatan kembali beroperasi pada 2026, sebelum pemulihan fisik secara menyeluruh dituntaskan pada tahun berikutnya. “Di tahun 2026 ini semua secara operasional sudah kembali beroperasi dan diharapkan nanti di 2027 seluruh fasilitas kesehatannya sudah pulih kembali seperti sedia kala termasuk fisiknya,” kata Budi dalam agenda perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan pascabencana di Sumatra di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (15/10).
Budi mengungkap, bencana di tiga provinsi tersebut berdampak pada hampir 100 rumah sakit, sekitar 1.000 puskesmas, dan 2.000 puskesmas pembantu (pustu). Dari jumlah tersebut, sembilan rumah sakit sempat berhenti beroperasi sepenuhnya akibat banjir dan lumpur. Namun, seluruh rumah sakit tersebut kembali beroperasi dalam waktu satu bulan setelah bencana, meski belum sepenuhnya pulih.
“Oleh karena layanan kesehatan masyarakat tidak boleh berhenti, apalagi pada kondisi bencana seperti ini, kita bergerak cepat dan alhamdulillah rumah sakit kita bisa operasikan kembali semuanya dalam waktu satu bulan,” ujar Budi.
Layanan penting yang kembali berjalan antara lain operasi, persalinan, dan cuci darah. Menurut Budi, layanan tersebut perlu segera dipulihkan agar pasien dengan kondisi darurat tetap mendapatkan penanganan.
Prajurit TNI bersama relawan membersihkan lumpur yang mengenangi ruang rawat inap dan fasilitas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang pascabanjir luapan Sungai Tamiang di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (20/12/2025).
“Kenapa rumah sakit ini penting, karena pada saat bencana gawat darurat yang memiliki risiko wafat itu harus cepat kita tangani,” jelas Budi. “Hal itu harus segera kita bangun kembali kapasitasnya, dan alhamdulillah dalam satu bulan seluruh rumah sakit di tiga provinsi ini bisa beroperasi kembali. Walaupun tidak penuh, setidaknya layanan-layanan yang sangat diperlukan itu bisa dilakukan,” lanjutnya.
Setelah rumah sakit kembali beroperasi, Kementerian Kesehatan melanjutkan pemulihan Puskesmas. Budi menerangkan, seluruh Puskesmas yang terdampak berhasil dioperasikan kembali dalam waktu sekitar dua setengah bulan. “Puskesmas ini perlu untuk menyaring agar jangan semua orang masuk ke rumah sakit yang nanti akan membuatnya penuh. Beberapa kegiatan seperti imunisasi dan cek kesehatan tetap bisa dijalankan di Puskesmas,” papar Budi.














