Media Kampung, Sidoarjo – Desa Wonokalang di Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo menunjukkan pencapaian luar biasa di sektor pertanian dengan produktivitas padi mencapai 9,5 ton gabah per hektar. Keberhasilan ini didukung oleh kemampuan petani memanfaatkan lahan seluas 90 hektare untuk tanam padi hingga tiga kali dalam setahun.
Produktivitas tinggi ini menjadi sorotan khusus dalam momentum Hari Tani Nasional karena mencerminkan peluang ekonomi yang masih terbuka di sektor pertanian, meski menghadapi tantangan regenerasi petani. Keberhasilan Wonokalang mengoptimalkan lahan tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada pola tanam yang tepat, penggunaan sarana produksi, serta mekanisasi pertanian.
Dukungan Mekanisasi dan Sarana Produksi
Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono menekankan pentingnya alat dan mesin pertanian untuk menunjang percepatan musim tanam hingga tiga kali dalam setahun. Mekanisasi diharapkan mempercepat proses pengolahan lahan dan panen sehingga produktivitas dapat terus meningkat. Bambang juga menyampaikan rencana mengajukan tambahan traktor ke Kementerian Pertanian untuk mendukung petani Wonokalang.
Selain itu, dukungan dari sisi hulu seperti ketersediaan pupuk dan sistem pompanisasi menjadi faktor penting. Harga gabah yang menguntungkan petani, saat ini mencapai sekitar Rp7.700 per kilogram, juga memberikan motivasi tambahan bagi petani untuk mempertahankan aktivitas bercocok tanam.
Kondisi Spesifik Wonokalang di Sidoarjo
Kepala Bidang Pengembangan Produksi Tanaman Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Mokhamad Rudy Al Amin, menjelaskan bahwa kemampuan Wonokalang melakukan tiga kali musim tanam tidak berlaku secara umum di seluruh wilayah Sidoarjo. Indeks pertanaman di kabupaten ini rata-rata sekitar 1,5, sedangkan Wonokalang memiliki indeks yang lebih tinggi dengan dukungan sarana dan prasarana yang mumpuni.
Hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi lahan pertanian di Wonokalang dapat menjadi contoh pengembangan potensi pertanian di wilayah lain dengan penyesuaian sarana produksi dan mekanisasi.
Peran Kebijakan dan Regenerasi Petani
Camat Wonoayu, Anwar, menyoroti peran kebijakan pemerintah terkait harga pupuk dan hasil pertanian dalam menunjang minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Dengan turunnya harga pupuk serta kenaikan harga gabah, sektor pertanian menjadi lebih menarik sebagai pilihan pekerjaan bagi pemuda.
Ia berharap produktivitas lahan dan pendapatan petani di wilayah tersebut dapat terus dipertahankan agar pertanian tidak hanya menjadi warisan dari generasi sebelumnya, tetapi juga berkembang menjadi sektor ekonomi yang menjanjikan bagi generasi muda.
Keberhasilan Wonokalang ini menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan tepat, pertanian masih memiliki potensi besar untuk berkontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal dan nasional.














Tinggalkan Balasan