Media Kampung – Demonstrasi iklim Utrecht pada 26 April 2026 menutup total A12, menimbulkan kemacetan parah dan penangkapan aktivis di titik masuk utama menuju kota.
Tiga aktivis menghalangi lalu lintas dengan kendaraan mereka, memicu aksi penyerbuan lebih dari dua puluh orang demonstran yang menembus jalur utama pada pukul 11.30 waktu setempat.
Polisi berhasil menangkap ketiga pelaku utama dan menahan beberapa peserta lain setelah melakukan penyelidikan singkat di lokasi kejadian.
Pihak otoritas jalan nasional menandai penutupan total dengan tanda silang merah pada papan elektronik, sementara satu jalur mengarah ke Den Haag tetap dibuka untuk kendaraan darurat.
Pengendara yang terhenti sebagian memilih turun dari mobil untuk menyaksikan aksi, sementara sebagian lainnya mencoba memaksa aktivis bergerak kembali, menambah ketegangan di area tersebut.
Minister Infrastruktur dan Pengelolaan Air, Vincent Karremans, menyatakan, “Blocking highways by activists, as seen today on the A12, is life‑threatening for road users, employees of the National Road Authority, and emergency responders.”
Para demonstran menuntut penghentian subsidi bahan bakar fosil, mengklaim alokasi antara 39,7 hingga 46,4 miliar euro per tahun seharusnya dialihkan ke perumahan, kesehatan, reparasi dekolonial, dan pelunasan utang.
Gerakan ini merupakan bagian dari rangkaian aksi Extinction Rebellion (XR) yang semakin intensif di Belanda, mengingat tekanan internasional untuk mengurangi emisi karbon.
Penutupan A12 menghambat jalur evakuasi dan mengganggu layanan ambulans serta pemadam kebakaran, memaksa mereka menggunakan rute alternatif yang lebih lama.
Polisi menegaskan bahwa mereka telah memulai proses pembersihan jalan, memberi peringatan kepada aktivis untuk meninggalkan lokasi dengan ancaman penggunaan kekuatan bila diperlukan.
A12 merupakan arteri utama yang menghubungkan Utrecht dengan Rotterdam dan Den Haag, sehingga gangguan berdampak luas pada jaringan transportasi nasional.
Komuter menuju Utrecht melaporkan keterlambatan rata‑rata lebih dari satu jam, sedangkan arus kendaraan ke Den Haag tetap terbatas pada satu lajur yang tersedia.
Menurut analisis sementara, kerugian ekonomi akibat penundaan logistik dan bahan bakar tambahan diperkirakan mencapai puluhan juta euro per hari.
Demonstrasi serupa pernah terjadi pada akhir 2025 di A2, namun skala A12 lebih signifikan karena melintasi wilayah industri dan perumahan utama.
Pertandingan sepak bola antara Excelsior dan FC Utrecht yang dijadwalkan pada sore harinya tetap dilaksanakan, meskipun sebagian penonton harus menempuh jalur alternatif.
Saat ini, otoritas jalan tengah malam masih menutup penuh A12, dengan harapan pemulihan penuh dijadwalkan pada pagi hari berikutnya.
Petugas lalu lintas terus memantau situasi dan menginformasikan pengendara melalui media sosial serta aplikasi navigasi tentang perubahan jalur.
Sejauh ini, tidak ada laporan cedera serius, namun ketegangan antara aktivis dan pengendara tetap menjadi sorotan utama bagi pihak berwenang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan