Media Kampung – Polres Situbondo menyelenggarakan Lomba TPKP pada 23 April 2026 sebagai bagian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, menekankan pentingnya penanganan awal di tempat kejadian perkara.
Acara berlangsung di halaman Polres Situbondo, Jawa Timur, dan melibatkan seluruh jajaran Polsek yang tersebar di 17 kecamatan wilayah tersebut.
Sejumlah 16 Polsek berpartisipasi, dibagi menjadi tiga rayon untuk memudahkan penilaian kompetisi.
Rayon barat terdiri dari enam Polsek, rayon tengah melibatkan lima Polsek, dan rayon timur juga berjumlah lima Polsek.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menegaskan bahwa lomba ini bertujuan memperkuat kinerja Polri dalam penanganan pertama kejadian perkara.
“Penanganan awal di TKP itu sangat penting untuk mengungkap sebuah kasus kejahatan, makanya kami memilih melombakan itu,” ujar Kapolres Bayu.
Ia menambahkan bahwa lomba bukan sekadar mencari juara, melainkan sarana meningkatkan kemampuan taktis dan profesional anggota di lapangan.
“Penanganan TKP adalah salah satu tahap paling penting dalam proses penyidikan dan pengungkapan kasus,” tambahnya.
Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan, yang memimpin panitia, menjelaskan mekanisme penilaian berdasarkan kecepatan, akurasi, dan prosedur yang tepat.
Ia menekankan pentingnya objektivitas dalam menilai setiap langkah peserta.
Setiap tim diberi skenario simulasi kejahatan yang menuntut identifikasi bukti, pengamanan lokasi, serta pencatatan kronologis.
Para peserta dituntut menyelesaikan tugas dalam batas waktu yang ketat untuk menilai efisiensi kerja.
Selama kompetisi, para anggota Polsek menunjukkan antusiasme tinggi, mencerminkan semangat kebersamaan antar wilayah.
Pengawas lomba mencatat bahwa semua prosedur standar operasional Polri dijalankan dengan baik.
Hasil penilaian menunjukkan bahwa Rayon Barat menghasilkan nilai tertinggi, diikuti oleh Rayon Tengah dan Timur.
Namun, panitia menekankan bahwa tujuan utama adalah peningkatan kualitas, bukan sekadar peringkat.
Dengan berakhirnya lomba, Kapolres Bayu mengapresiasi semua peserta yang telah berpartisipasi secara aktif.
Ia berharap kompetisi serupa dapat dijadikan agenda rutin dalam rangka peningkatan kompetensi kepolisian.
Hari Bhayangkara, yang diperingati pada tanggal 1 September, menjadi momentum bagi Polri untuk memperkuat rasa kebanggaan dan profesionalisme.
Perayaan ke-80 tahun ini menandai evolusi peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Lomba TPKP ini sejalan dengan program nasional Polri yang menekankan penanganan cepat dan akurat di tempat kejadian.
Penguatan kemampuan awal di TKP diharapkan dapat mempercepat proses penyidikan dan mengurangi risiko kehilangan bukti.
Kondisi cuaca pada hari pelaksanaan cerah, memungkinkan pelaksanaan kegiatan di luar ruangan berlangsung lancar.
Setelah penutupan lomba, seluruh peserta melakukan evaluasi bersama, membahas temuan dan perbaikan yang diperlukan.
Masukan dari evaluasi tersebut akan dijadikan dasar perbaikan prosedur operasional di masing-masing Polsek.
Ke depan, Polres Situbondo berencana menyelenggarakan pelatihan lanjutan yang berfokus pada teknologi forensik di TKP.
Hal ini sejalan dengan upaya modernisasi kepolisian yang menitikberatkan pada penggunaan peralatan canggih.
Secara keseluruhan, Lomba TPKP berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya penanganan awal yang tepat.
Polri di Situbondo kini lebih siap menghadapi tantangan kriminalitas dengan prosedur yang terstandarisasi.
Dengan semangat Bhayangkara, anggota kepolisian terus berkomitmen melindungi masyarakat secara profesional dan berintegritas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply