Media Kampung – 17 April 2026 | Usai kericuhan yang terjadi pada 15 April 2026 di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke lokasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setempat. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi forum dialog terbuka untuk mendengar aspirasi warga.
Irjen Herry tiba di Panipahan pada Kamis, 16 April 2026, bersama rombongan yang terdiri dari Danrem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Agustatius Sitepu, dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi. Mereka disambut oleh Bupati Rokan Hilir, Kapolres Rohil, serta tokoh adat dan agama.
Dalam sesi silaturahmi, Kapolda secara terbuka menyampaikan, “Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan”. Ia juga menambahkan rasa prihatin mendalam atas insiden yang menimbulkan keresahan.
Kapolda menegaskan bahwa kericuhan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi Polri, terutama dalam penanganan peredaran narkoba yang menjadi pemicu utama protes warga. Ia mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan yang perlu diperbaiki.
Pada kesempatan yang sama, Irjen Herry menyoroti lemahnya komunikasi antara aparat dan masyarakat sebagai akar permasalahan. Ia berjanji akan membangun mekanisme komunikasi yang lebih terbuka, termasuk forum bersama dan kanal langsung dengan tokoh masyarakat.
Sebagai langkah korektif, Polda Riau telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel yang bertugas di Polsek Panipahan. Evaluasi tersebut mencakup pergantian Kapolsek, Kanit Reskrim, serta anggota yang terindikasi terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Seluruh personel baru yang ditempatkan langsung menjalani tes urine pada hari pertama bertugas sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik. Kapolda menegaskan bahwa petugas harus bersih dan profesional, tanpa toleransi terhadap pelanggaran.
Selain fokus pada keamanan, Kapolda menekankan pentingnya solusi sosial‑ekonomi dalam pemberantasan narkoba. Ia menyerahkan bantuan mesin ketinting kepada para nelayan sebagai upaya meningkatkan alternatif ekonomi.
Menurut Kapolda, ketika ekonomi masyarakat bergerak, ruang bagi penyelundupan narkoba akan menyempit secara signifikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas perikanan di wilayah pesisir Panipahan.
Dalam rangkaian kegiatan, Kapolda dan rombongan mengunjungi Pasar Induk Panipahan untuk memberikan edukasi anti‑narkoba kepada pedagang dan pembeli. Mereka juga membagikan kaos kampanye kepada warga.
Kunjungan selanjutnya diarahkan ke Yayasan Perguruan Kartini Panipahan, di mana program “Sekolah Bersinar” dipresentasikan kepada siswa. Program tersebut menekankan pentingnya hidup bersih dari narkoba sejak usia dini.
Setelah sesi edukasi, Kapolda memimpin pengukuhan Duta Anti Narkoba tingkat kecamatan di kawasan Pekong Imigrasi Panipahan. Upaya ini dimaksudkan untuk memperluas jaringan pelaporan narkoba di tingkat akar rumput.
Kapolda mengingatkan masyarakat untuk melaporkan segala bentuk aktivitas narkoba melalui WhatsApp Satgas Aduan Narkoba Polda Riau di nomor 0813‑6306‑547 atau Call Center 110. Ia menekankan bahwa partisipasi publik sangat krusial untuk menekan peredaran narkoba.
Data internal Polda Riau menunjukkan bahwa antara tahun 2025 hingga April 2026, sebanyak 3.287 kasus narkoba berhasil diungkap dengan melibatkan 4.719 tersangka. Penangkapan tersebut diperkirakan menyelamatkan sekitar 5,3 juta jiwa.
Irjen Herry menilai bahwa Indonesia kini bukan sekadar jalur transit narkoba, melainkan pasar yang berkembang, sehingga penekanan pada pencegahan di tingkat masyarakat menjadi kunci utama.
Evaluasi internal juga mencakup peninjauan kembali prosedur operasional di Polsek Panipahan. Kapolda menegaskan bahwa standar operasional prosedur akan diperketat untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Selama kunjungan, Kapolda menegaskan pentingnya keberadaan aparat yang responsif, mendengar, dan menindaklanjuti setiap keluhan secara nyata. Ia mengajak tokoh agama, adat, serta elemen masyarakat lainnya untuk berkolaborasi menjaga stabilitas sosial.
Kondisi terbaru menunjukkan bahwa ketegangan di Panipahan telah mereda, dengan warga menyambut baik upaya perbaikan yang dilakukan Polri. Masyarakat kini menunggu implementasi lebih lanjut dari program sosial‑ekonomi yang dijanjikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan