Media Kampung – 16 April 2026 | Polisi menurunkan satuan patroli khusus untuk mengamankan Fly Over Sitinjau Lauik selama satu bulan penuh, bertujuan mencegah gangguan setelah eksekusi lahan yang menimbulkan protes warga.

Eksekusi lahan berlangsung pada Rabu, 15 April 2026 di kawasan Lubuk Paraku, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, setelah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat mengajukan permohonan eksekusi terhadap nama Ridwan.

Warga setempat, Maimunah yang mewakili suku Jambak, menolak proses tersebut karena mengaku tidak pernah dipanggil ke sidang dan mengklaim lahan tersebut berada di bawah kepemilikannya.

Menurut surat pemberitahuan, BPJN mengajukan eksekusi kepada Pengadilan Negeri Padang dengan Ridwan sebagai termohon, sementara di lapangan lahan dikuasai oleh Maimunah yang mengklaim telah menyerahkan dokumen kepemilikan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Saya tidak pernah ikut sidang, tidak pernah dipanggil, tapi tiba‑tiba ada eksekusi. Ini tanah yang saya kuasai,” ujar Maimunah di lokasi dengan nada tegas.

Kuasa hukum Maimunah, Muhammad Arif Fadillah, menilai proses eksekusi berpotensi cacat hukum karena BPN tidak mempertimbangkan berkas yang telah diserahkan, dan karena tidak ada kejelasan histori kepemilikan Ridwan.

Polisi mengerahkan sekitar 30 personel, termasuk unit mobil patroli, tim pengawal lalu lintas, dan pos pos pemeriksaan di sepanjang akses utama fly over, serta melakukan rotasi shift selama 24 jam.

Juru bicara Polres Padang, Komandan Briptu Hendri D, menjelaskan penempatan satuan bertujuan menjaga kelancaran proyek dan melindungi pengguna jalan dari potensi kerusuhan atau aksi vandalisme.

Fly Over Sitinjau Lauik merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok, diperkirakan mengurangi waktu tempuh antara kedua wilayah hingga 30 menit.

Hingga akhir minggu pertama, tidak ada insiden signifikan yang tercatat; polisi tetap memantau situasi, siap menindak setiap pelanggaran, dan menegaskan bahwa keamanan wilayah akan tetap menjadi prioritas utama hingga proyek selesai.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.