Media Kampung – 15 April 2026 | Sebanyak 8.065 keluarga yang terdampak banjir di Aceh Timur akan segera menerima bantuan rumah, sementara Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyiapkan tim pengawas untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan transparan.

Pemerintah Provinsi Aceh mengumumkan rencana penyaluran pada 12 April 2026, dengan target penyelesaian seluruh bantuan rumah dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

Banjir yang terjadi pada akhir Desember 2025 mengakibatkan kerusakan pada lebih dari 12.000 rumah, menelan korban jiwa, dan memaksa ribuan keluarga mengungsi ke posko sementara.

Pemerintah provinsi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan 8.065 unit rumah tinggal permanen yang dibangun sesuai standar tahan banjir, lengkap dengan instalasi listrik dan air bersih.

BPBD Aceh Timur bertanggung jawab atas verifikasi kerusakan, sementara Dinas Perumahan dan Permukiman mengawasi proses konstruksi serta kualitas material.

GP Ansor membentuk Tim Pengawasan Bencana yang terdiri dari relawan senior, ahli konstruksi, dan perwakilan masyarakat untuk memantau tiap tahap penyaluran rumah.

“Kami berkomitmen menjamin setiap bantuan rumah sampai ke tangan keluarga yang benar-benar membutuhkan, tanpa intervensi politik maupun kecurangan,” ujar Ketua Cabang GP Ansor Aceh Timur, H. Ahmad Syarif.

Bupati Aceh Timur, Dr. H. Zaini Abdullah, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, GP Ansor, dan lembaga swadaya masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.

Distribusi rumah akan dimulai pada awal Juni 2026 dengan penyerahan kunci secara bergilir, dan diperkirakan selesai pada akhir Desember 2026.

Kriteria penerima meliputi keluarga yang kehilangan seluruh bangunan tempat tinggal, kehilangan atap, atau rumah yang dianggap tidak layak huni akibat kerusakan struktural.

Setiap keluarga penerima akan diberikan nomor registrasi unik, dan data tersebut akan dipublikasikan secara daring untuk memungkinkan publik memantau progres penyaluran.

Masyarakat setempat menyambut baik inisiatif ini, dengan banyak yang mengungkapkan rasa terima kasih atas upaya pemerintah dan GP Ansor dalam mempercepat pemulihan hunian.

Namun, tantangan logistik di wilayah pegunungan dan akses jalan yang masih rusak menjadi kendala utama yang harus diatasi oleh tim pelaksana.

GP Ansor sebelumnya telah terlibat dalam penyaluran bantuan pasca gempa di Padang Besar 2023, sehingga pengalaman mereka diharapkan memperlancar proses kali ini.

Kerja sama juga dijalin dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) dan Palang Merah Indonesia untuk menyediakan paket kebutuhan pokok bagi keluarga yang menunggu rumah baru.

Jika semua berjalan sesuai rencana, bantuan rumah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup ribuan keluarga, sekaligus mengurangi risiko terdampak banjir berulang di masa mendatang.

Hingga 20 April 2026, sebanyak 1.000 rumah telah selesai dibangun dan siap diserahkan, menandakan langkah awal yang positif dalam rangka menuntaskan bantuan bagi semua 8.065 KK korban banjir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.