Media Kampung – 11 April 2026 | Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur berhasil membersihkan gunungan sampah yang menumpuk selama beberapa minggu setelah operasi penanganan intensif. Kondisi pasar kini kembali bersih dan siap melayani pedagang serta pembeli.
Penumpukan sampah mencapai volume setara tiga truk kontainer dan menimbulkan keluhan warga sejak awal bulan ini. Tim kebersihan mengerahkan lebih dari dua puluh tenaga kerja untuk mengatasi masalah tersebut.
Proses pengangkutan melibatkan sepuluh truk sampah berkapasitas besar yang beroperasi selama tiga hari berturut‑turut. Setiap truk dipandu oleh operator berpengalaman dan dilengkapi peralatan pemampat sampah.
Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Budi Santoso, menyatakan bahwa penanganan cepat ini penting untuk memulihkan reputasi pasar. “Kami tidak dapat menerima kondisi yang mengganggu kenyamanan pembeli dan kesehatan pedagang,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan perusahaan pengelola sampah memastikan proses berjalan lancar tanpa hambatan.”
Pedagang di area sayur dan daging menyambut hasil bersihnya pasar dengan rasa lega. Banyak yang melaporkan peningkatan jumlah pembeli sejak sampah diangkut.
“Hari ini kami dapat kembali menata dagangan tanpa rasa takut bau atau hama,” kata Siti Nurhaliza, salah satu penjual sayur. Pernyataan tersebut mencerminkan kepuasan langsung dari pihak yang terdampak.
Penyebab utama penumpukan adalah ketidakteraturan jadwal pengangkutan sampah serta praktik pembuangan liar oleh pihak tak bertanggung jawab. Hal ini memperparah beban sistem pengelolaan limbah kota.
Sebelum pembersihan akhir, tim kebersihan melakukan pemindahan sementara ke area penampungan darurat yang telah ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Upaya ini mengurangi risiko pencemaran lebih lanjut.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, pemerintah setempat merencanakan program pengelolaan sampah terintegrasi yang mencakup jadwal tetap, edukasi warga, dan peningkatan sarana pengumpulan. Program ini dijadwalkan mulai berjalan tiga bulan ke depan.
Perusahaan pengelola sampah swasta, PT Bersih Sejahtera, telah menandatangani kontrak kerjasama dengan pemerintah daerah untuk menyediakan layanan pengangkutan harian. Kontrak ini mencakup penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Wakil Walikota Jakarta Timur, Rini Hartati, menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kebersihan publik. “Kami bertekad menjadikan pasar tradisional contoh terbaik dalam pengelolaan limbah,” ujarnya.
Ahli kesehatan lingkungan, Dr. Andi Prasetyo, memperingatkan bahwa penumpukan sampah dapat menjadi sarang penyakit menular. Ia menekankan pentingnya pembersihan rutin untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Dengan pasar yang kini bersih, diharapkan pedagang dapat meningkatkan penjualan dan konsumen merasa aman berbelanja. Kondisi ini juga memperbaiki citra kawasan Kramat Jati secara keseluruhan.
Masalah sampah serupa telah menjadi tantangan di banyak wilayah Jakarta, terutama pada pasar tradisional yang padat aktivitas. Pemerintah kota terus mencari solusi berkelanjutan untuk mengatasi beban limbah.
Upaya kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat diharapkan menjadi model bagi daerah lain. Keseluruhan tindakan ini menandai langkah penting menuju kota yang lebih bersih dan sehat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan