Media Kampung – 09 April 2026 | Seorang warga senior di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo, menutup sebagian akses jalan pada awal April 2026 dengan memasang plang besi, menimbulkan kehebohan di media sosial.

Pria berusia tujuh puluhan tahun yang dikenal sebagai Mashuda memasang penghalang di depan rumahnya karena mengkhawatirkan laju kendaraan yang melintas cepat di blok Y.

Warga setempat mengonfirmasi bahwa lalu lintas di jalur tersebut memang ramai, terutama pada sore hari ketika anak‑anak bermain di pinggir jalan.

“Banyak kendaraan melaju kencang, berbahaya bagi anak‑anak yang bermain,” ujar Gutomo, seorang tetangga, menambahkan bahwa kehadiran plang dimaksudkan menurunkan kecepatan kendaraan demi keselamatan cucu‑cucu mereka.

Ketegangan meningkat ketika Yoga, Sekretaris RT 53, mengunggah potongan rekaman CCTV dan video adu mulut ke media sosial, yang kemudian menjadi viral dan memicu perdebatan publik.

Baca juga:

Pihak kecamatan, kelurahan, dan kepolisian menengahi pertemuan antara Mashuda dan Yoga pada Senin (06/04), dengan dukungan ketua RT 53 Abdul Rofik.

Rofik menyampaikan bahwa kedua belah pihak sepakat mengakhiri perselisihan, Mashuda menarik niat menempuh jalur hukum dan Yoga meminta maaf atas penyebaran video.

Plang besi dibongkar, jalan kembali dibuka, dan kedua warga berjanji menjaga kerukunan serta menggunakan media sosial secara lebih bijak.

Insiden ini mengingatkan warga Sidokare pada julukan “Selat Hormuz Sidokare” yang sempat muncul ketika akses jalan hampir terputus total, menegaskan pentingnya dialog komunitas.

Baca juga:

Dengan penyelesaian damai, kondisi keamanan jalan tetap terjaga dan hubungan tetangga kembali harmonis, menutup bab viral yang sempat menggelisahkan warga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: