Media Kampung – Bupati Jember Muhammad Fawait menanggapi tuduhan Jember tertinggal dari Banyuwangi dalam forum diskusi terbuka “Gus Bupati Menjawab” pada Minggu 26 April 2026.

Acara tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Wadul Guse dan melibatkan praktisi ekonomi, pengamat, serta perwakilan OPD.

Fawait menegaskan bahwa Jember tidak berada dalam posisi tertinggal dan memiliki banyak capaian yang belum dikenal luas.

Ia juga menekankan pentingnya ruang kritik sebagai bagian dari proses perbaikan daerah.

Salah satu indikator yang dibahas adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember pada tahun 2025.

Angka tersebut masih di bawah IPM Banyuwangi yang berada di kisaran 75,17.

Fawait mencatat tren peningkatan IPM Jember konsisten, terutama dalam pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

Di sektor ekonomi, pemerintah Jember terus mendorong pertumbuhan melalui pertanian, pariwisata, dan UMKM.

Berbagai program penciptaan lapangan kerja juga diluncurkan untuk menurunkan tingkat pengangguran.

Para pengamat yang hadir menilai potensi Jember sebagai lumbung pangan Jawa Timur sangat besar.

Fawait menambahkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, melainkan juga peningkatan pendapatan masyarakat.

Dalam bidang infrastruktur, pemerintah daerah memaparkan program perbaikan jalan, penguatan jaringan irigasi, dan peningkatan fasilitas publik.

Fawait berjanji mempercepat realisasi proyek strategis guna memperkuat konektivitas antar wilayah.

Isu tata kelola BUMD juga menjadi agenda diskusi.

Fawait menyatakan pemerintah terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan transparansi dan profesionalisme pengelolaan BUMD.

Ia menegaskan komitmen untuk menanggapi setiap kritik secara konstruktif.

Data BPS yang ditampilkan menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jember sebesar 5,2% pada 2025.

Angka tersebut sejalan dengan target pertumbuhan daerah yang ditetapkan dalam RPJMD 2021‑2026.

Fawait menyoroti peningkatan produktivitas pertanian berkat adopsi teknologi irigasi modern.

Program diversifikasi tanaman pangan juga diintensifkan untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas tunggal.

Di sektor pariwisata, pemerintah mengembangkan destinasi budaya dan alam sebagai magnet wisatawan domestik.

Fawait menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM melalui pelatihan digital memperluas akses pasar.

Untuk mengatasi kemiskinan, pemerintah meluncurkan program bantuan sosial terarah berbasis data.

Fawait menekankan bahwa pengentasan kemiskinan harus bersinergi dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Dalam bidang kesehatan, pembangunan puskesmas baru dan peningkatan layanan gizi menjadi prioritas.

Fawait mencatat penurunan angka kematian bayi sejak tahun 2023 berkat program imunisasi yang diperluas.

Selain itu, program subsidi listrik bagi rumah tangga berpendapatan rendah turut mengurangi beban ekonomi masyarakat.

Fawait menegaskan bahwa transparansi anggaran daerah akan terus dipublikasikan melalui portal resmi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemantauan pembangunan.

Diskusi tersebut juga membahas upaya penguatan kelembagaan OPD untuk meningkatkan efisiensi layanan publik.

Fawait menambahkan bahwa sinergi antar lembaga akan mempercepat pencapaian target pembangunan.

Sejumlah narasumber menyampaikan harapan bahwa Jember dapat mengejar ketertinggalan secara berkelanjutan.

Fawait menutup forum dengan harapan bahwa kerja keras bersama akan menjadikan Jember lebih maju.

Ia mengajak warga untuk terus memberikan masukan konstruktif demi perbaikan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.