Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Jember mengumumkan langkah konkret untuk mengurai Antrean RSD Soebandi, termasuk pembangunan gedung tambahan dan pembukaan poli sore guna mempercepat layanan kesehatan.

Antrean panjang di rumah sakit rujukan utama wilayah Tapal Kuda terus menjadi keluhan masyarakat, terutama pada jam sibuk pagi hingga siang.

Bupati Muhammad Fawait menegaskan pada konferensi pers 23 April 2026 bahwa pemerintah tidak akan membiarkan situasi ini berlanjut tanpa tindakan nyata.

“Antrean memang terjadi karena antusias masyarakat yang tinggi, tapi tidak akan kami biarkan begitu saja,” ujar Fawait dengan tegas.

Fawait mengidentifikasi tingginya jumlah pasien sebagai penyebab utama antrean, yang dipicu oleh meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah.

Sebagai respons, Pemkab Jember akan melanjutkan pembangunan gedung empat lantai yang sempat terhenti pada awal tahun ini, dengan target penyelesaian dalam enam bulan ke depan.

Selain itu, rencana pembangunan gedung tambahan dengan kapasitas serupa dijadwalkan pada tahun berikutnya untuk menambah daya tampung layanan medis.

Pemerintah juga mempertimbangkan penambahan jam layanan melalui pembukaan poli pada sore hari, sehingga beban pasien dapat tersebar lebih merata.

Skema poli sore diharapkan dapat mengurangi kepadatan pada jam pagi, memungkinkan pasien memperoleh layanan tanpa harus menunggu lama.

RSD dr. Soebandi berperan sebagai rumah sakit rujukan utama tidak hanya bagi Jember, tetapi juga bagi kabupaten sekitar seperti Banyuwangi, Bondowoso, dan Lumajang.

Dengan penambahan fasilitas, diharapkan waktu tunggu pasien dapat dipercepat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan.

Anggaran pembangunan gedung tambahan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, dengan sebagian dana berasal dari APBD dan dukungan pemerintah pusat.

Pemantauan pelaksanaan proyek akan dilakukan secara berkala oleh tim khusus, termasuk evaluasi progres konstruksi dan kesiapan operasional gedung baru.

Sejauh ini, antrean masih berlangsung, namun warga melaporkan adanya perbaikan pada proses pendaftaran berkat penambahan petugas.

Pemkab Jember berkomitmen melanjutkan upaya ini hingga antrean dapat terurai sepenuhnya dan layanan kesehatan menjadi lebih efisien bagi seluruh masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.