Media Kampung – Mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara resmi mengonfirmasi keanggotaannya di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam sebuah acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Kota Bandung. Momen tersebut menjadi penegasan akhir dari spekulasi panjang mengenai arah politik Jokowi pasca masa jabatannya.
Jokowi membuka kartu tanda anggota (KTA) PSI-nya yang memiliki nomor anggota unik didominasi angka tujuh, yaitu S 337220257777777, saat berpidato di depan para kader dan petinggi partai di salah satu hotel kawasan Jalan Peta, Bandung. Ia menyebutkan tanggal keanggotaannya dimulai sejak 14 Oktober 2025, menandai sudah lebih dari satu tahun ia bergabung dengan keluarga besar PSI.
Penegasan Status Keanggotaan Jokowi di PSI
Dalam sambutannya, Jokowi dengan jelas menyatakan bahwa ia adalah bagian resmi dari PSI, sekaligus menutup berbagai rumor dan spekulasi yang selama ini beredar di publik. Ia menyampaikan harapan agar masyarakat tidak lagi meragukan posisinya dalam partai berlambang gajah tersebut.
“Sudah jelas semuanya ya. Jangan sampai ada yang meragukan bahwa saya ini sudah menjadi keluarga besar PSI,” tegasnya dengan santai sembari membacakan nomor keanggotaan yang unik tersebut.
Dukungan dan Optimisme Internal PSI
Bergabungnya tokoh nasional seperti Jokowi memberikan suntikan moral besar bagi internal PSI. Wakil Ketua Umum DPP PSI, Endang Tirtana, menyambut antusias kabar tersebut dan meyakini hal ini akan menjadi pendorong penting untuk meraih kemenangan di Pemilu 2029.
Acara Rakorda di Bandung juga dihadiri oleh jajaran elite partai, termasuk Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Umum DPP Andi Saiful Haq, dan sejumlah tokoh Dewan Pembina seperti Grace Natalie, Isyana Bagoes Oka, serta Rusdi Masse Mappuasessu. Kehadiran mereka memperkuat kesan keseriusan PSI dalam menghadapi momentum politik nasional mendatang.
Konteks dan Dampak Politik
Keputusan Jokowi bergabung dengan PSI menandai babak baru dalam peta politik Indonesia menjelang Pemilu 2029. PSI yang sebelumnya dikenal sebagai partai muda dan progresif kini mendapatkan momentum politik yang signifikan dengan kehadiran figur berpengalaman dan berpengaruh.
Langkah ini juga memperkuat posisi PSI sebagai kekuatan politik yang patut diperhitungkan, sekaligus memberikan sinyal kuat kepada pemilih dan partai lain tentang dinamika koalisi dan strategi politik ke depan.















Tinggalkan Balasan