Media KampungHendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), memberikan tanggapan tegas terhadap pernyataan Amien Rais mengenai Letkol Teddy, sekaligus menegaskan pentingnya etika berbahasa di kalangan tokoh senior. Ia menekankan bahwa setiap pernyataan publik harus dilandasi rasa hormat dan adab yang sesuai.

Amien Rais, tokoh senior politik Indonesia, sebelumnya mengkritik Letkol Teddy terkait isu yang belum dijelaskan secara rinci dalam laporan media. Kritik tersebut memicu reaksi cepat dari Hendropriyono yang menilai komentar tersebut perlu disikapi dengan bahasa yang lebih bijaksana.

Dalam pernyataannya, Hendropriyono menegaskan bahwa tokoh publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam berkomunikasi, terutama ketika menyentuh isu sensitif. Ia menambah bahwa penggunaan bahasa yang sopan dapat mencegah polarisasi dan menjaga persatuan bangsa.

Hendropriyono juga mengingatkan bahwa adab dalam berpendapat tidak hanya mencerminkan kedewasaan pribadi, melainkan juga memberi dampak pada persepsi publik terhadap institusi yang diwakili. Menurutnya, Letkol Teddy sebagai perwira militer harus diperlakukan dengan penghormatan yang layak, sama halnya dengan tokoh politik.

Penegasan tersebut disampaikan pada sebuah konferensi pers yang dihadiri wartawan dari berbagai media, termasuk mediakampung.com yang melaporkan kejadian tersebut. Hendropriyono menutup sambutan dengan harapan agar semua pihak dapat meneladani sikap santun dalam setiap diskusi publik.

Komentar Hendropriyono muncul beberapa saat setelah Amien Rais menyampaikan pandangannya melalui pernyataan tertulis yang kemudian beredar luas. Meskipun tidak ada detail lebih lanjut tentang isi lengkap pernyataan Amien Rais, respons Hendropriyono berfokus pada aspek kebahasaan dan etika berpendapat.

Pengamat politik menilai bahwa pernyataan ini menegaskan kembali peran penting tokoh senior dalam menstabilkan wacana publik. Mereka menyatakan bahwa contoh bahasa yang baik dari tokoh berpengaruh dapat menurunkan risiko penyebaran ujaran negatif.

Hendropriyono menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung kebebasan berpendapat yang tetap berada dalam koridor kesopanan. Ia menutup dengan mengajak semua pihak untuk meneladani nilai-nilai luhur dalam berkomunikasi, demi menjaga keharmonisan sosial.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.