Media Kampung – Rocky Gerung memuji penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam upacara pelantikan di Istana Negara, Senin 27 April 2026, menyatakan kehadiran mantan narapidana yang berpendidikan tinggi dapat menandai kabinet Prabowo menjadi lebih efektif. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa latar belakang hukum tidak otomatis menghilangkan kapasitas intelektual seorang tokoh.

Upacara pelantikan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, wakil presiden, serta sejumlah pejabat tinggi, termasuk Rocky Gerung yang hadir sebagai wakil masyarakat sipil. Jumhur Hidayat bersanding dengan lima pejabat lainnya yang juga dilantik pada hari yang sama sebagai bagian dari perombakan Kabinet Merah Putih periode 2024‑2029.

Jumhur Hidayat sebelumnya pernah dijatuhi vonis 10 bulan penjara pada tahun 2021 karena kasus penyebaran berita bohong, keputusan yang kemudian dipertanyakan setelah undang‑undang terkait dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Meskipun demikian, ia tidak lagi dianggap terpidana dan tetap melanjutkan karier akademik serta aktivisme di bidang ketenagakerjaan, ekonomi, dan lingkungan.

Rocky Gerung menegaskan bahwa keberadaan tokoh dengan latar belakang berbeda, termasuk mantan narapidana, dapat menambah warna dan efektivitas kebijakan pemerintah. “Ya, sebagai wakil masyarakat sipil diundang untuk menyaksikan sekaligus menjadi penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada tokoh‑tokoh mantan napi,” ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan.

Menurut Rocky, Jumhur Hidayat adalah seorang intelektual yang menimba ilmu tentang perburuhan, ekonomi, dan lingkungan di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum terlibat dalam kasus hukum. Ia menambahkan bahwa pengetahuan tersebut membuat Jumhur layak mengemban tanggung jawab sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

Jumhur Hidayat sendiri mengklarifikasi bahwa status hukumnya telah berubah karena undang‑undang yang menjadi dasar vonisnya tidak lagi berlaku. “Saya tidak terpidana lagi, jadi saya berada di posisi yang berbeda,” kata Jumhur dalam wawancara singkat setelah pelantikan.

Perombakan kabinet yang melibatkan enam pejabat baru ini merupakan upaya Presiden Prabowo untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan menanggapi tantangan perubahan iklim serta pembangunan berkelanjutan. Penambahan Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup diharapkan mempercepat implementasi kebijakan mitigasi dan adaptasi lingkungan nasional.

Setelah pelantikan, Jumhur langsung menginstruksikan timnya untuk menyusun rencana kerja tahunan yang menekankan pengelolaan sampah, revitalisasi hutan, dan pengendalian polusi udara di wilayah perkotaan. Kehadiran Rocky Gerung sebagai saksi pendukung menambah sinyal politik bahwa kabinet Prabowo terbuka terhadap partisipasi elemen masyarakat sipil yang beragam.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.