Media Kampung – Andika Perkasa, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), tampil dalam pertemuan khusus Kementerian Pertahanan pada 24 April 2026, menegaskan pentingnya kontribusi veteran militer bagi kebijakan pertahanan Indonesia.
Berawal dari karier militer yang dimulai pada akhir 1980-an, Andika menapaki jenjang kepangkatan secara bertahap. Ia menempuh pendidikan di Akademi Militer, lulus pada 1988, dan kemudian bertugas di berbagai satuan tempur, termasuk di Timor Timur pada masa awal kariernya.
Peningkatan pangkatnya berlanjut dengan penunjukan sebagai Komandan Resimen Infanteri, kemudian menjadi Panglima Daerah Militer (Pangdam) dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada November 2021, menggantikan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman.
Saat menjabat sebagai KSAD, Andika memimpin transformasi struktural TNI AD, memperkuat kesiapan operasional, serta meningkatkan sinergi antara militer dan lembaga sipil. Ia juga dikenal tegas dalam menindak penyalahgunaan ruang publik, seperti aksi penurunan baliho FPI di Jakarta pada 2020.
Setelah pensiun pada 2023, Andika tetap aktif di arena pertahanan dengan menjadi penasihat khusus Presiden Prabowo Subianto. Peran tersebut memampukannya memberikan masukan strategis pada kebijakan pertahanan serta pengembangan industri militer nasional.
Pertemuan yang dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada 24 April 2026 mempertemukan sejumlah jenderal purnawirawan, termasuk Andika, Wiranto, dan Laksamana Agus Suhartono. Acara awalnya bersifat terbuka namun kemudian diubah menjadi tertutup untuk menjaga keamanan pembahasan.
Dalam sambutannya, Andika menekankan perlunya integrasi antara pengalaman lapangan veteran dan inovasi teknologi modern. Ia mengatakan, ‘Pengalaman kami di medan perang harus menjadi landasan bagi kebijakan yang responsif terhadap ancaman baru, tanpa mengabaikan nilai-nilai profesionalisme.’
Kehadiran Andika di pertemuan tersebut juga menandai sinergi antara militer lama dan kepemimpinan sipil baru. Presiden Prabowo Subianto, yang menjabat sejak 2024, menyoroti pentingnya peran veteran dalam mendukung agenda pertahanan negara.
Para pengamat menilai bahwa masukan Andika dapat mempercepat reformasi struktural di Kementerian Pertahanan, terutama dalam hal modernisasi alutsista dan peningkatan kapasitas industri pertahanan domestik.
Selain kontribusi kebijakan, Andika juga aktif dalam program pendidikan militer, memberikan kuliah tamu di akademi pertahanan serta menulis artikel tentang strategi pertahanan siber.
Keberlanjutan peran Andika dalam ranah pertahanan mencerminkan kebijakan pemerintah yang mengakui nilai strategis veteran. Hal ini sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat kemandirian pertahanan melalui kolaborasi lintas sektor.
Dengan latar belakang yang kuat dan jaringan luas, Andika Perkasa diperkirakan akan terus menjadi figur kunci dalam perumusan strategi pertahanan Indonesia ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan