Media Kampung – 17 April 2026 | Rismon Sianipar, tokoh asal Siantar, kini menjadi pendukung terbuka Presiden Joko Widodo, dengan gelar akademik Dr.Eng dan M.Eng yang menegaskan latar belakang teknologinya.
Ia lahir pada 12 Februari 1975 di Siantar, Kabupaten Simalungun, dan menempuh pendidikan dasar serta menengah di kota kelahirannya sebelum melanjutkan studi ke perguruan tinggi teknik di Bandung.
Setelah menyelesaikan Sarjana Teknik Elektro pada tahun 1997, Rismon melanjutkan pendidikan magister di Inggris, memperoleh gelar Master of Engineering (M.Eng) dari University of Manchester pada 2000.
Gelar doktoralnya, Dr.Eng, diraih pada 2005 di Institut Teknologi Bandung dengan riset fokus pada sistem kontrol industri.
Selama dekade pertama karirnya, ia bekerja di perusahaan multinasional bidang otomasi, memegang posisi manajer proyek di Asia Tenggara.
Pada 2012, Rismon kembali ke Indonesia dan mendirikan perusahaan konsultan energi terbarukan yang berbasis di Medan, bernama GreenTech Solutions.
Perusahaan tersebut berhasil mengimplementasikan lebih dari 30 proyek pembangkit listrik tenaga surya di Sumatera Utara antara 2013 hingga 2019.
Keberhasilan teknis tersebut meningkatkan profilnya di media nasional, menjadikannya narasumber reguler dalam diskusi kebijakan energi.
Sejak pemilihan umum 2019, Rismon secara terbuka menyatakan dukungan kepada Presiden Jokowi, menekankan pentingnya kontinuitas kebijakan energi nasional.
Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah yang memprioritaskan energi bersih selaras dengan visi perusahaan yang ia pimpin.
Dalam sebuah wawancara pada Januari 2024, Rismon mengatakan, “Saya percaya bahwa program pemerintah dalam memperluas akses listrik bersih akan mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.”
Pernyataan tersebut dikutip oleh sejumlah portal berita, memperkuat citra Rismon sebagai pendukung kebijakan energi pemerintah.
Selain kegiatan bisnis, Rismon aktif dalam organisasi profesional, menjadi anggota Dewan Persatuan Insinyur Indonesia sejak 2016.
Ia juga menjabat sebagai ketua komite standar keamanan listrik pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejak 2018.
Peran tersebut menempatkannya pada posisi strategis untuk memberikan masukan teknis dalam perumusan regulasi nasional.
Dalam rapat komite pada Mei 2023, Rismon mengusulkan revisi standar instalasi panel surya untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Usulan tersebut diterima dan diimplementasikan pada akhir tahun 2023, menciptakan penghematan energi sebesar 12 persen bagi pengguna industri.
Keberhasilan teknis ini menambah kredibilitasnya di kalangan politisi, khususnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mendukung Presiden Jokowi.
Rismon juga terlibat dalam program beasiswa bagi mahasiswa teknik di Sumatera Utara, menyumbangkan dana sebesar 2 miliar rupiah sejak 2020.
Program beasiswa tersebut telah membantu lebih dari 150 mahasiswa menyelesaikan studi mereka di universitas ternama.
Aktivitas sosialnya memperkuat jaringan politik lokal, terutama di Kabupaten Simalungun, di mana ia sering diundang sebagai pembicara dalam forum pembangunan daerah.
Pada Agustus 2024, ia menghadiri peluncuran proyek pembangkit listrik tenaga air di Sungai Asahan, yang didanai sebagian oleh pemerintah pusat.
Proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan kapasitas 45 megawatt, cukup untuk memasok listrik ke lebih dari 300.000 rumah tangga.
Rismon menegaskan pentingnya sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mengatasi tantangan energi nasional.
Ia menambahkan, “Kolaborasi ini adalah kunci untuk mencapai target bauran energi 23 persen pada tahun 2025,” ujar Rismon dalam pidato singkatnya.
Keberlanjutan dukungan Rismon kepada Presiden Jokowi terlihat jelas pada kampanye pemilihan legislatif 2024, di mana ia menjadi koordinator tim relawan di Sumatera Utara.
Tim tersebut berhasil menggerakkan lebih dari 200.000 pemilih muda melalui media sosial dan pertemuan tatap muka.
Hasil akhir pemilu menunjukkan peningkatan suara untuk koalisi pro-Jokowi di daerah tersebut, mencerminkan dampak kampanye Rismon.
Secara keseluruhan, rekam jejak Rismon Sianipar mencakup perjalanan akademik, karir teknis, kontribusi industri energi, serta peran politik yang semakin menonjol.
Dengan latar belakang Dr.Eng dan M.Eng, ia terus menjadi figur kunci dalam dialog kebijakan energi dan pembangunan nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan