Media Kampung – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan operasi udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terkendala karena jarak pandang di lokasi kebakaran berada di bawah 1.000 meter.
Dudung menyebut Indonesia telah mengerahkan 67 pesawat untuk menangani kebakaran di sejumlah wilayah, terdiri atas 47 pesawat di Kalimantan dan 20 pesawat di Sumatera Selatan. Namun, menurut dia, pesawat-pesawat itu tidak bisa terbang karena kondisi visibility yang terlalu terbatas.
“Persoalannya di kita juga ada 47 pesawat di Kalimantan, kemudian ada 20 pesawat di Sumatera Selatan. Ini kan yang jadi konsentrasinya yang itu. Ini saja tidak bisa terbang karena memang visibility-nya di bawah 1.000,” kata Dudung usai pertemuan ke-7 Sub-Regional Meeting on Counter-Terrorism and Transnational Security (SRM) di Jakarta, Jumat (23/10).
Ia kemudian menyinggung pengalaman Jepang yang disebut hanya melakukan beberapa kali penerbangan atau sortie karena membutuhkan jarak pandang hingga 5.000 meter.
“Nah, Jepang, kemarin kan hanya berapa sortie, karena minta visibility-nya 5.000. Kalau 5.000 mah terang dong,” ujarnya.
Dudung juga menilai pesawat dari Malaysia berpotensi menghadapi kendala serupa jika kondisi jarak pandang di lokasi belum memungkinkan untuk operasi udara.
“Nah, nanti sama aja kalau misalnya dari Malaysia datang, percuma juga, karena visibility-nya tidak memungkinkan,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Dudung menyebut Australia, Malaysia, dan Singapura telah menawarkan bantuan untuk penanganan karhutla. Tawaran dari Australia, menurut dia, mencakup tenaga teknis atau penasihat yang dapat memberi masukan terkait penanganan kebakaran.
Ia mengatakan telah menyampaikan tawaran bantuan tersebut kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kendala teknis di lapangan.
Dudung juga menyinggung pengalaman Brasil dalam penanganan kebakaran di kawasan Amazon sebagai salah satu contoh bantuan keahlian yang dapat dipelajari Indonesia. Ia menyebut ada pihak dari Brasil yang datang untuk memberikan penjelasan soal penanganan kebakaran di Amazon, meski tidak merinci lebih lanjut.
Selain bantuan tenaga ahli, Dudung mengatakan metode injection untuk penanganan kebakaran di lahan gambut telah berhasil diuji. Ia juga menyebut penggunaan dry ice dan temuan dari anggota TNI, tetapi tidak memaparkan secara rinci teknis maupun hasil pengujian metode tersebut.
Dudung berharap penanganan karhutla bisa berjalan lebih efektif dan mengajak masyarakat mendukung petugas yang bekerja di lapangan.












