Media Kampung – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami tiga kali erupsi pada pagi hari Selasa, 19 Mei 2026. Tinggi letusan mencapai satu kilometer di atas puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 05.45 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak. Warna abu terlihat kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya.
Erupsi pertama ini tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 138 detik. Selanjutnya, erupsi kedua muncul pukul 07.06 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar satu kilometer di atas puncak atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut.
Kemudian, warna kolom abu pada erupsi kedua bervariasi dari putih hingga kelabu dengan arah sebaran abu ke tenggara dan selatan. Durasi erupsi kedua ini sedikit lebih lama, yakni 140 detik dengan amplitudo maksimum yang sama sebesar 22 milimeter.
Tak lama setelah itu, pada pukul 07.54 WIB, Gunung Semeru kembali meletus dengan tinggi kolom abu juga mencapai satu kilometer. Warna dan arah abu serupa dengan letusan kedua, yakni putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara dan selatan.
Erupsi ketiga ini berlangsung selama 145 detik dengan amplitudo maksimum 22 milimeter. Kondisi aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III atau Siaga.
Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak, terutama di sepanjang Besuk Kobokan. Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah karena potensi lontaran batu pijar yang membahayakan.
Kewaspadaan juga diperlukan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi akibat peningkatan aktivitas Gunung Semeru.
Dengan aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi, pemantauan dan kesiapsiagaan terus dilakukan oleh petugas untuk memastikan keselamatan warga di wilayah sekitar gunung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan