Media Kampung – Pada Selasa 21 April 2026, Indonesia mengalami rangkaian gempa bumi yang terasa di empat wilayah berbeda, menandai hari yang paling guncang dalam kalender seismik nasional. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian pertama pukul 01:47:06 WIB di daerah Sarmi, Provinsi Papua, dengan magnitudo 5,3 dan kedalaman 10 kilometer.

Kemudian, pukul 07:14:37 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Buru, Maluku, pada kedalaman 66 kilometer. Meskipun intensitas dirasakan hanya MMI I-II di Namlea dan Namrole, pusat gempa berada 117 kilometer barat laut Buru, menimbulkan rasa goncangan ringan di rumah-rumah penduduk.

Puncak aktivitas seismik terjadi pada pukul 10:17:08 WIB ketika gempa berpusat di Laut Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan magnitudo 6,0 dan kedalaman 31 kilometer. BMBM menegaskan bahwa gempa ini tidak menimbulkan potensi tsunami meski episenter berada di laut 57 kilometer timur Sarmi dan 54 kilometer barat laut Timor Tengah Utara.

Menurut pernyataan resmi BMKG, gempa di NTT merupakan jenis thrust fault yang dipicu oleh tumbukan lempeng Indo-Australia. Intensitas dirasakan MMI III-IV di Atambua dan MMI II-III di Maumere, Kupang, serta Ende, dengan laporan warga menyebut getaran terasa seperti truk melintas.

Setelah gempa utama, BMKG mencatat satu aftershock dengan magnitudo 3,2 pada pukul 10:45 WIB. Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap tenang, menghindari bangunan yang retak, dan mengandalkan informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG serta kanal media sosial @infoBMKG.

Sebagai konteks regional, pada 20 April 2026, Jepang mengalami gempa M 7,7 di lepas pantai Iwate. Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo memberi arahan kepada warga agar menghindari area pesisir dan memantau peringatan tsunami, meski belum ada laporan kerusakan signifikan.

Hingga penulisan artikel ini, tidak ada laporan korban jiwa atau luka berat di Indonesia. Pemerintah daerah setempat terus melakukan inspeksi infrastruktur dan menyiapkan bantuan darurat bagi wilayah yang mengalami kerusakan ringan. BMKG akan terus memantau aktivitas seismik dan memperbaharui informasi secara berkala.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.