Media Kampung – Kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi keterampilan krusial di era digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Departemen Statistika Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika Universitas Brawijaya (FSTeM UB) menggelar pelatihan analisis data bagi guru dan siswa SMAN 1 Sumberpucung, Kabupaten Malang. Sebanyak 30 siswa dan 10 guru mengikuti program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemanfaatan Pivot Table untuk Memahami Analisis Data Statistik”.
Pelatihan yang berlangsung di laboratorium komputer sekolah ini memadukan teori dan praktik langsung. Peserta diajak mempelajari tahapan pengolahan data mulai dari persiapan data, penyusunan tabel, teknik penyaringan, hingga pembuatan Pivot Table dan Pivot Chart. Tak hanya itu, mereka juga merancang dashboard sederhana yang interaktif menggunakan Microsoft Excel.
Pivot Table: Alat Analisis Data yang Efektif
Ketua tim PKM, Dr. Darmanto, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa Pivot Table merupakan fitur Excel yang memungkinkan pengguna meringkas dan menganalisis data secara cepat. “Melalui pelatihan ini kami ingin memperkenalkan cara sederhana namun efektif dalam mengolah data. Dengan memahami Pivot Table, guru maupun siswa dapat melakukan analisis data secara lebih cepat, akurat, dan mudah dipahami,” ujarnya, Kamis (19/6/2026).
Bagi guru, keterampilan ini dapat dimanfaatkan untuk mengelola data akademik seperti nilai, kehadiran, dan evaluasi pembelajaran. Sementara bagi siswa, kemampuan mengolah data menjadi bekal penting menghadapi dunia pendidikan dan pekerjaan yang semakin berbasis data.
Dampak Positif bagi Peserta
Pihak SMAN 1 Sumberpucung menyambut baik inisiatif ini. Dra. Melaningrum Andarwati, mewakili Kepala Sekolah, mengapresiasi relevansi pelatihan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. “Kemampuan analisis data semakin dibutuhkan baik oleh guru dalam pengelolaan administrasi dan pembelajaran maupun oleh siswa untuk meningkatkan kompetensi digital mereka,” ungkapnya.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain sertifikat, peserta juga mendapatkan modul pelatihan yang dapat digunakan sebagai referensi belajar mandiri. Seorang guru peserta mengaku memperoleh wawasan baru yang langsung bisa diterapkan di sekolah. “Statistik sangat diperlukan bagi guru maupun siswa. Dengan kegiatan ini mereka menjadi lebih mengenal Pivot Table dan dapat mulai memanfaatkannya dalam kegiatan sehari-hari,” ujarnya.
Mendorong Budaya Literasi Data
Melalui program ini, Departemen Statistika FSTeM UB berharap dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi data di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pendidikan menengah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Brawijaya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan