Media Kampung – PCI Muslimat NU Malaysia merayakan Harlah ke-80 dengan menegaskan komitmen pada khidmah pendidikan melalui pendirian sanggar belajar hingga PAUD.
Acara peringatan berlangsung di Malaysia, dihadiri anggota dan tokoh Nahdlatul Ulama setempat yang menyoroti sejarah panjang gerakan wanita dalam bidang keagamaan.
Selama perayaan, pimpinan PCI Muslimat NU Malaysia menekankan pentingnya melanjutkan layanan pendidikan yang telah menjadi inti misi sejak berdiri.
“PCI Muslimat NU Malaysia terus menjaga khidmah dalam pendidikan melalui pendirian sanggar belajar hingga PAUD,” ujar salah satu pejabat organisasi dalam sambutan resmi.
Sanggar belajar yang dikelola mencakup program pembelajaran Al‑Qur’an, bahasa Indonesia, serta keterampilan hidup bagi anak-anak usia sekolah dasar.
Program PAUD menargetkan anak usia dini, memberikan kurikulum berbasis nilai-nilai keislaman dan budaya lokal.
Setiap lembaga pendidikan didukung oleh relawan wanita yang berpengalaman, memastikan kualitas pengajaran sesuai standar NU.
Fasilitas sanggar belajar dilengkapi ruang kelas, perpustakaan mini, serta area bermain yang aman.
PAUD yang dibuka berlokasi strategis di kawasan permukiman, memudahkan akses bagi keluarga yang membutuhkan.
Pengelolaan keuangan program dijalankan transparan, dengan laporan bulanan yang diaudit oleh komite internal.
Donasi dari anggota PCI Muslimat NU Malaysia serta sponsor lokal menjadi sumber utama pendanaan.
Selama peringatan, disampaikan data partisipasi: lebih dari 300 anak telah terdaftar di sanggar belajar, sementara 120 anak mengikuti kelas PAUD.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun tanpa data historis terperinci.
Keberhasilan program dikaitkan dengan pendekatan pembelajaran interaktif yang melibatkan orang tua secara aktif.
Orang tua diundang untuk berpartisipasi dalam pertemuan rutin, menyampaikan masukan terkait kurikulum.
Selain itu, kegiatan ekstra kurikuler seperti seni tradisional dan olahraga ringan diadakan secara berkala.
PCI Muslimat NU Malaysia menegaskan bahwa pendidikan holistik menjadi landasan utama dalam membentuk generasi berkarakter.
Latar belakang historis organisasi mencatat pendirian pada tahun 1940-an, berawal dari inisiatif perempuan Nahdlatul Ulama di Asia Tenggara.
Selama delapan dekade, fokus pada pendidikan terus dipertahankan, menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Pada Harlah ke-80, pihak penyelenggara menyoroti transformasi digital dalam proses belajar mengajar.
Penggunaan aplikasi pembelajaran daring diintegrasikan untuk memperluas jangkauan materi.
Namun, tetap dipertahankan keseimbangan antara metode konvensional dan teknologi modern.
Tim pelatih diberikan pelatihan berkala tentang pedagogi terkini, memastikan kualitas pengajaran tetap terjaga.
Kerjasama dengan lembaga pendidikan lokal juga menjadi strategi untuk memperkaya sumber belajar.
Beberapa sekolah menengah atas berkontribusi dalam program mentoring bagi siswa PAUD.
Keberlanjutan program diharapkan melalui pendirian lebih banyak sanggar belajar di wilayah lain.
Rencana ekspansi mencakup wilayah perkotaan dan pedesaan, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pengukuran dampak dilakukan melalui evaluasi tahunan, meliputi aspek akademik dan sosial emosional.
Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan nilai literasi dan kepedulian sosial di antara peserta.
Pimpinan menutup perayaan dengan harapan bahwa semangat khidmah pendidikan akan terus menginspirasi generasi mendatang.
Pengumuman terakhir menyebutkan bahwa program akan terus berjalan sepanjang tahun, dengan penambahan fasilitas baru pada kuartal berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan