Media Kampung – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengungkapkan apresiasi tinggi kepada guru dan pendidik Indonesia dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional, menegaskan peran mereka sebagai fondasi tak tergantikan bagi kemajuan pendidikan nasional.

Dalam sambutan resmi, Abdul Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada semua pendidik yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menegaskan bahwa dedikasi mereka menjadi penopang utama kualitas pendidikan di tanah air.

Ia menambahkan, “Guru adalah fondasi kemajuan pendidikan nasional yang tak tergantikan,” dan menekankan bahwa Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi nilai pendidikan.

Mendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah proses tulus yang memanusiakan manusia, membantu individu menemukan potensi alami serta membentuk karakter mulia, sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang sistem among.

Prinsip tiga pilar asah, asih, dan asuh ditekankan Abdul Mu’ti sebagai landasan praktik pendidikan, di mana guru diharapkan mengasah potensi anak, menumbuhkan rasa kasih sayang, dan memberikan pendampingan konsisten selama proses belajar.

Guru SMP Negeri 1 Banyuwangi, Agus Harianto, menanggapi peringatan tersebut sebagai pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, menekankan pentingnya pembelajaran berbasis teknologi termasuk coding agar siswa menjadi kreator, bukan sekadar pengguna.

Guru PAUD KB Al Khotijah Banyuwangi, Wiwik Handayani, menyebut guru sebagai lilin yang menerangi generasi bangsa, serta berharap inovasi pendidikan terus berkembang untuk memotivasi pendidik dan anak-anak belajar serta berkreasi.

Sementara itu, murid MAN 1 Banyuwangi, Muhammad Ravi Adiatma Nur Dafiq, memaknai Hari Pendidikan Nasional sebagai ungkapan terima kasih kepada tokoh pendidikan dan guru yang berperan dalam membangun pendidikan di Indonesia, sekaligus mengharapkan akses pendidikan merata hingga pelosok negeri.

Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum, menyatakan bahwa pendidikan harus beradaptasi dengan era digital untuk menyiapkan generasi siap bersaing di kancah global.

Penekanan pada nilai humanis dan karakter tetap menjadi inti kebijakan, mengingat pernyataan Menteri bahwa inti pendidikan adalah memuliakan manusia sebagai makhluk Tuhan.

Dalam konteks regional, kegiatan di Banyuwangi menunjukkan sinergi antara pemerintah, guru, dan siswa dalam mewujudkan semangat Hari Pendidikan Nasional, sekaligus menegaskan komitmen nasional untuk memperluas akses dan kualitas pendidikan.

Hingga kini, Mendikdasmen terus memantau implementasi prinsip asah‑asih‑asuh di seluruh Indonesia, berharap perayaan Hari Pendidikan Nasional menjadi katalisator perubahan positif dalam sistem pendidikan nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.