Media Kampung – Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT 2026) resmi berakhir pada 30 April 2026, dan hasilnya dijadwalkan keluar pada 25 Mei 2026 pukul 15.00 WIB, menandai langkah penting bagi ribuan calon mahasiswa di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 dimulai dengan pendaftaran daring antara 25 Maret dan 7 April, dilanjutkan pembayaran biaya hingga 8 April, dan pengunduhan kartu peserta pada 11‑15 April. Selama 10 hari ujian (21‑30 April), lebih dari 1,2 juta peserta mengisi 955 komputer di 31 ruang ujian di Universitas Jember, dengan total 13.311 peserta di kampus tersebut saja.
Setelah ujian, peserta dapat mengakses hasil melalui portal resmi SNPMB (snpmb.id) dan mengunduh sertifikat UTBK mulai 2 Juni hingga 31 Juli 2026. Bagi yang tidak lolos melalui jalur SNBT, masih ada peluang masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi mandiri yang ditawarkan masing‑masing PTN.
Universitas Andalas (Unand) di Padang membuka empat jalur Seleksi Masuk Berdasarkan Akademik (SIMA) Mandiri, yaitu SIMA Akademik (ujian tertulis), SIMA Prestasi (dua sub‑jalur pilihan dekan), SIMA Nilai UTBK (berdasarkan nilai UTBK‑SNBT 2026), dan SIMA Nilai UTBK Gelombang 2 (berdasarkan nilai UTBK‑SNBT atau SIMA Unand 2026).
Menurut pernyataan Rektor Unand, keempat jalur tersebut dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi calon mahasiswa yang memiliki profil akademik, prestasi, maupun skor UTBK yang beragam, sehingga proses seleksi menjadi lebih inklusif.
Selain itu, panitia UTBK SNBT di Universitas Jember memperhatikan kebutuhan peserta difabel. Pada hari pertama ujian, tiga peserta difabel—Yogi Ardiansyah (daksa), Muhammad Derbian Dwi Putra (daksa), dan Carissa Vania Artamevira (rungu)—diterima di gedung LPMPP yang dilengkapi lift, kursi roda, serta layanan konseling khusus.
Prof. Slamin, Ketua Panitia UTBK SNBT Unj, menegaskan bahwa tidak ada fasilitas tambahan di ruang ujian karena peserta difabel dapat mengikuti tes dengan nyaman seperti peserta lain. Ketiga peserta melaporkan tidak mengalami kendala teknis dan mengapresiasi pelayanan panitia.
Data resmi menunjukkan bahwa selama pelaksanaan UTBK SNBT 2026, Unj menyiapkan 20 lokasi ujian dengan dua sesi per hari, memastikan kepatuhan protokol kesehatan dan aksesibilitas bagi semua peserta.
Dengan hasil UTBK SNBT 2026 yang akan diumumkan pada 25 Mei, calon mahasiswa kini dapat mengevaluasi pilihan antara melanjutkan ke program studi melalui jalur SNBT atau mendaftar ke jalur SIMA Unand yang menawarkan beragam kriteria masuk. Bagi peserta difabel, pengalaman di Unj menjadi contoh konkret bahwa sistem seleksi dapat diadaptasi untuk menciptakan lingkungan ujian yang ramah inklusi.
Ke depan, kementerian pendidikan berencana memperluas kebijakan aksesibilitas pada seluruh ujian nasional, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesetaraan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan