Media Kampung – Pesantren Muhammadiyah meluncurkan kurikulum integratif yang memadukan tradisi keilmuan klasik dengan sains modern, guna meningkatkan kualitas pendidikan di Yogyakarta.

Pernyataan resmi disampaikan pada Senin, 27 April 2026 di Kantor Pimpinan Pusat Aisyiyah, Yogyakarta, oleh Wakil Ketua I Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhbib Abdul Wahab.

Secara filosofis, Muhbib menegaskan bahwa pesantren tidak sekadar mengadopsi model pendidikan tradisional, melainkan harus mengintegrasikan nilai-nilai klasik Islam dengan pengetahuan ilmiah kontemporer untuk menyiapkan generasi yang kompetitif.

Kurikulum baru mencakup mata pelajaran tradisional seperti tafsir Al‑Qur’an, hadis, dan fiqh, yang dipadukan dengan ilmu fisika, kimia, matematika, serta teknologi informasi, sehingga santri dapat memahami ilmu pengetahuan dalam kerangka keislaman.

Piloting program dimulai di lima pesantren unggulan di wilayah Yogyakarta, Surakarta, Solo, Magelang, dan Klaten, dengan target pelaksanaan penuh pada tahun ajaran 2027.

Guru-guru yang terlibat menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan, meliputi metodologi pengajaran interdisipliner, penggunaan laboratorium modern, serta integrasi nilai moral dalam setiap materi.

Santri yang mengikuti kurikulum integratif melaporkan peningkatan motivasi belajar, terutama dalam mata pelajaran sains yang sebelumnya dianggap terpisah dari kajian keagamaan.

Para akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan Institut Agama Islam Negeri menilai inisiatif ini selaras dengan agenda reformasi pendidikan nasional yang menekankan kompetensi abad ke-21.

“Pesantren Muhammadiyah harus mampu menjembatani antara tradisi ilmu klasik dengan ilmu pengetahuan modern,” ujar Muhbib Abdul Wahab dalam konferensi pers, menambahkan bahwa integrasi ini akan memperkuat identitas keislaman sekaligus menambah daya saing lulusan.

Pembangunan kurikulum integratif ini juga mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan yang mendorong kolaborasi antara lembaga keagamaan dan institusi pendidikan formal dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran.

Ke depan, pesantren berencana memperluas jaringan kerjasama dengan lembaga riset dan industri teknologi untuk menyediakan peluang magang dan proyek penelitian bagi santri.

Hingga akhir April 2026, proses penyusunan materi ajar dan fasilitas laboratorium telah selesai, dan pelaksanaan pertama dijadwalkan pada semester genap 2026/2027.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.