Media Kampung – PWNU Jateng memperkuat transformasi digital pendidikan dengan mengirimkan tenaga pendidik Ma’arif mengikuti pelatihan kecerdasan buatan (AI) di Universitas Central China Normal University (CCNU) pada April 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi internal PWNU Jateng menilai kebutuhan mendesak peningkatan kompetensi guru di era teknologi.

Sepuluh pendidik terpilih berasal dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah, masing-masing memiliki pengalaman mengajar lebih dari lima tahun.

CCNU, salah satu universitas terkemuka di Tiongkok, menawarkan program intensif selama dua minggu yang mencakup pembelajaran mesin, etika AI, dan aplikasi praktis di bidang pendidikan.

Materi pelatihan mencakup penggunaan platform pembelajaran adaptif, pengembangan konten berbasis AI, serta analisis data belajar siswa.

Tujuan utama adalah membekali pendidik dengan keterampilan digital yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah di Jawa Tengah.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi katalisator bagi perubahan nyata dalam cara mengajar dan belajar,” ujar Ketua PWNU Jateng, KH. Ahmad Saifullah.

Rektor CCNU, Prof. Li Wei, menambahkan, “Kolaborasi ini memperkuat pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Tiongkok dalam bidang teknologi pendidikan.”

Kebijakan nasional Indonesia yang menargetkan 100% sekolah terhubung internet pada 2025 menjadi latar belakang penting bagi inisiatif ini.

Kecerdasan buatan dipandang sebagai alat strategis untuk personalisasi pembelajaran, meningkatkan motivasi siswa, dan mempercepat evaluasi hasil belajar.

Setelah kembali, para pendidik akan menyelenggarakan lokakarya di masing-masing daerah untuk menyebarkan pengetahuan kepada rekan guru.

Pembelajaran lanjutan ini didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui hibah khusus digitalisasi sekolah.

Biaya total pelatihan ditutup oleh dana PWNU Jateng dan sponsor korporat yang bergerak di bidang teknologi edukasi.

Implementasi hasil pelatihan dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga 2026, dengan pilot project di lima sekolah menengah pertama.

Hambatan seperti infrastruktur jaringan di daerah terpencil diidentifikasi dan akan diatasi melalui kerja sama dengan provider lokal.

Umpan balik awal peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang algoritma pembelajaran dan rasa percaya diri dalam mengaplikasikan teknologi.

Rencana ke depan mencakup kunjungan lanjutan ke CCNU dan pembentukan pusat inovasi AI di Surakarta.

Saat ini, semua pendidik telah kembali ke Jawa Tengah dan sedang menyusun modul pelatihan untuk guru lainnya.

Langkah ini menandai babak baru dalam upaya PWNU Jateng mempercepat digitalisasi pendidikan di wilayahnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.