Media Kampung – 14 April 2026 | Salim Group kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia dengan meluncurkan program pemberdayaan pendidikan di Sumba Timur melalui jaringan Astra, yang dilaksanakan pada 10‑11 April 2026.
Program tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR) bekerja sama dengan komunitas Perempuan Astra, dan menargetkan 14 sekolah binaan serta desa Sejahtera Astra di wilayah tersebut.
Total bantuan mencakup 17 unit laptop, 18 tablet, 20 paket alat permainan edukatif, 308 buku, dan lebih dari 300 paket alat tulis yang diserahkan langsung kepada kepala sekolah dan guru.
\”Kami sangat menghargai kesempatan untuk berkontribusi pada pendidikan anak‑anak di Sumba Timur, karena investasi pada generasi muda adalah investasi jangka panjang bagi bangsa,\” ujar Ketua Pengurus Yayasan Astra – YPA MDR, Gunawan Salim, dalam keterangan pers.
\”Program ini tidak hanya menyuplai perangkat, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar di kalangan siswa, guru, dan orang tua,\” kata Elmira Pirianti, Division Head of Corporate Information System & Technology Astra.
Dukungan logistik dan pendanaan diperkuat oleh beberapa anak perusahaan Salim Group, antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Suprabari Mapanindo Mineral, FIFGROUP, PT United Tractors Tbk, dan PT Gaya Motor, yang masing‑masing menyumbangkan sumber daya sesuai kompetensinya.
Menurut data lapangan, lebih dari 2.000 siswa mulai menggunakan perangkat digital dalam proses belajar mengajar, sementara tingkat kehadiran kelas meningkat sebesar 12 persen dalam dua minggu pertama pelaksanaan program.
Kegiatan ini sejalan dengan jejak panjang Salim Group dalam bidang tanggung jawab sosial, yang sejak dekade 1990‑an telah meluncurkan inisiatif kesehatan, lingkungan, dan pendidikan di berbagai provinsi Indonesia.
Sebagai konglomerasi yang menguasai sektor agribisnis, energi, otomotif, serta properti, Salim Group menempatkan CSR sebagai pilar strategis untuk memperkuat hubungan dengan komunitas tempat operasinya.
Meski pasar saham beberapa perusahaan grup mengalami volatilitas, komitmen terhadap pemberdayaan sosial tetap menjadi faktor penilai utama bagi investor yang mengutamakan ESG.
Program pendidikan di Sumba Timur juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah yang menekankan pentingnya digitalisasi pembelajaran dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2021‑2026.
Ke depannya, YPA MDR berencana memperluas jangkauan ke tiga wilayah tambahan di Nusa Tenggara Timur pada akhir tahun 2026, dengan harapan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan