Media Kampung – Mayjen (Purn) Arnold Aristoteles Ritiauw resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum pada 1 Mei 2026, meski upacara dilaksanakan secara tertutup pada hari libur nasional.
Pelantikan dilakukan setelah diterbitkannya Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 39/TPA Tahun 2026 yang menegaskan pemberhentian Dwi Purwantoro dan pengangkatan Arnold ke posisi eselon I.
Dwi Purwantoro mengundurkan diri pada Februari 2026, membuka kesempatan bagi pengisian jabatan yang sempat menjadi sorotan publik karena dugaan masuknya pensiunan TNI.
Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw lahir pada 10 Maret 1969 di Teon Nila Serua, Maluku Tengah, dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991 dari kecabangan Zeni serta pernah menjadi anggota satuan elit Kopassus.
Sepanjang karier militer, ia menempati sejumlah jabatan penting, termasuk Gubernur Akademi Militer, Komandan Kodim, Danrem 133/Nani Wartabone, serta Inspektur Akademi Militer sebelum memasuki masa pensiun.
Pada 31 Juli 2025, Arnold dipercaya menjadi Tenaga Ahli Pengajar Bidang Strategi di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), posisi yang menegaskan keahlian strategisnya di bidang pertahanan dan pembangunan.
Upacara pelantikan yang berlangsung secara tertutup menimbulkan pertanyaan karena biasanya pelantikan pejabat eselon I dilakukan pada hari kerja, dengan pemberitahuan media dan ucapan selamat di media sosial resmi.
Rachman Arief Dienaputra, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Masyarakat, menyatakan, “Iya, mohon doanya. Betul (Arnold dilantik menjadi Dirjen SDA),” menegaskan dukungan internal kementerian.
Spekulasi sebelumnya mengenai masuknya anggota TNI aktif atau pensiunan ke kementerian PU kini terjawab dengan penetapan Arnold, seorang pensiunan jenderal bintang dua yang memiliki latar belakang teknik militer dan kepemimpinan teritorial.
Sebagai Dirjen SDA, Arnold diharapkan mengawal kebijakan pengelolaan sumber daya air, memperkuat koordinasi antar‑instansi, dan mengoptimalkan program infrastruktur air bersih nasional.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penguatan organisasi melalui pelantikan tujuh pejabat eselon I, termasuk Arnold, merupakan upaya memperkuat statecraft dan memastikan kebijakan publik berjalan efektif.
Penunjukan Arnold juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menegakkan integritas aparatur sipil negara, khususnya pada posisi strategis yang mempengaruhi pelayanan publik.
Hingga saat ini, Arnold telah memulai tugasnya dengan mengadakan pertemuan internal di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, meninjau rencana kerja tahun 2026, dan menyiapkan agenda koordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta lembaga terkait.
Pengamat kebijakan publik mencatat bahwa penempatan mantan militer pada posisi sipil dapat menambah perspektif teknis, namun juga menuntut transparansi dan akuntabilitas yang ketat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan