Media Kampung – 12 April 2026 | Grup Bakrie melalui anak perusahaan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengumumkan rencana rights issue sebesar 21,875 miliar saham baru guna meningkatkan modal kerja dan mendukung ekspansi usaha.
Aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) ini dijadwalkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 19 Mei 2026 serta menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.
Menurut pernyataan manajemen VKTR, dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya pelaksanaan akan dialokasikan untuk modal kerja tambahan serta penyertaan modal pada perusahaan anak guna mempercepat pengembangan bisnis di masa depan.
Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana dapat disesuaikan dengan kondisi pasar pada saat hak memesan efek diterbitkan, dengan tujuan mengoptimalkan pengelolaan modal demi kepentingan perusahaan.
Hak memesan efek tersebut memungkinkan pemegang saham yang berpartisipasi memperoleh saham baru dengan harga penawaran yang ditetapkan, sementara yang tidak mengeksekusi haknya berisiko mengalami dilusi hingga maksimal 33,33 persen.
Direksi VKTR menambahkan bahwa rights issue ini diharapkan memperkuat ekuitas konsolidasi, memberikan ruang finansial lebih luas bagi perusahaan untuk mengembangkan usaha di sektor otomotif, energi, dan mobilitas digital.
Strategi jangka panjang ini selaras dengan visi grup untuk meningkatkan pendapatan, profitabilitas, dan prospek usaha, serta menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Dalam konteks pasar modal Indonesia, langkah ini mencerminkan tren perusahaan besar yang mencari sumber dana ekuitas untuk mendanai proyek pertumbuhan tanpa menambah beban utang.
Hak memesan efek VKTR diperkirakan akan menambah likuiditas saham serta menarik minat investor institusional yang mengincar eksposur pada sektor teknologi mobilitas.
Pengumuman ini juga disertai peringatan bahwa pemegang saham yang tidak mengambil bagian dalam rights issue dapat mengalami penurunan proporsi kepemilikan akibat penerbitan saham baru.
Sejumlah analis pasar menilai bahwa jika hak memesan efek dilaksanakan penuh, struktur modal VKTR akan menjadi lebih sehat, memfasilitasi pendanaan proyek strategis seperti pengembangan kendaraan listrik dan platform mobilitas berbasis data.
Hingga kini, belum ada data resmi mengenai berapa persen pemegang saham yang berencana berpartisipasi, namun manajemen menekankan pentingnya partisipasi aktif untuk menghindari dampak dilusi yang signifikan.
Dengan penetapan tanggal RUPSLB pada 19 Mei 2026, VKTR memberi ruang bagi pemegang saham untuk menilai manfaat rights issue serta menyiapkan dana yang diperlukan.
Jika OJK memberikan pernyataan efektif, proses penerbitan saham baru dapat segera dimulai, menandai langkah penting dalam strategi ekspansi grup Bakrie di bidang teknologi mobilitas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan