Media Kampung – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di Resor Pasawahan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu malam (21/10) sekitar pukul 20.44 WIB.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan yang diperbarui pada Kamis (22/10) pukul 10.00 WIB, api dilaporkan membakar lahan bambu dengan luas keseluruhan sekitar 2 hektare, di mana sekitar 1,5 hektare di antaranya dilaporkan hangus terbakar.
Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat, Teten AME, menyatakan bahwa kebakaran masih dalam penanganan tim gabungan yang terdiri dari Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC, TNI, Polri, serta petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP Kabupaten Kuningan. Masyarakat di sekitar kawasan juga turut serta dalam upaya penanganan kebakaran ini.
“BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kuningan, yang juga berkoordinasi dengan TNGC, TNI, dan Polri di Posko TNGC Resor Pasawahan,” ujar Teten dalam keterangannya.
Penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui, namun tidak ada korban jiwa atau luka yang dilaporkan akibat peristiwa ini. Petugas UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan mengerahkan lima anggota untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran.
Meski demikian, penanganan di kawasan TNGC masih menghadapi kendala. Beberapa titik api sulit dijangkau menggunakan kendaraan, sehingga tim Brigdalkarhutla masih melakukan upaya pemadaman secara langsung di lokasi.
Berdasarkan pemantauan udara hingga pukul 07.08 WIB pada Kamis (22/10), masih terlihat kepulan asap di empat titik lokasi kebakaran. Petugas terus berupaya memadamkan sisa api dan mencegah agar kebakaran tidak meluas ke area hutan lainnya.
BPBD Provinsi Jawa Barat terus melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kuningan untuk mendukung penanganan kebakaran ini. Di tingkat lokasi, TNGC mengerahkan Brigdalkarhutla, sementara unsur TNI dan Polri juga terlibat dalam koordinasi melalui posko TNGC Resor Pasawahan.












