Media Kampung – Peselancar asal Bali, Dhea Natasya, berhasil menorehkan sejarah sebagai perempuan Indonesia pertama yang akan berlaga di World Surf League (WSL) World Longboard Tour 2026. Keberhasilan ini didapat setelah Dhea menjuarai Hamamatsu Longboard Qualifying Series (LQS) Open 2026 di Jepang pada 17 Mei lalu.

Kemenangan di Hamamatsu membuat Dhea mengumpulkan poin tertinggi dalam seri kualifikasi ombak tunggal dengan skor 8,67. Prestasi tersebut memastikan dirinya akan bergabung dalam kompetisi elite yang hanya diikuti oleh 24 atlet perempuan terbaik dunia di dunia surfing profesional.

Dhea menyatakan kegembiraannya usai pertandingan dengan mengatakan, “Kemenangan ini (di Hamamatsu) menjadi yang kedua bagi saya di WSL. Saya sangat bahagia.” Ia juga menambahkan, “Sekarang saya akan kembali ke rumah dan terus berlatih agar lebih siap untuk Longboard Tour.”

Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) mengapresiasi pencapaian Dhea yang tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga menempatkannya sebagai wanita Asia keempat yang berhasil masuk ke jajaran elit longboarder putri dunia, setelah tiga atlet sebelumnya berasal dari Jepang.

Dhea dijadwalkan mengikuti rangkaian World Longboard Tour yang berlangsung mulai Juli 2026 hingga Maret 2027. Seri kompetisi ini akan dilaksanakan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Filipina, dan El Salvador.

Sebelum menembus World Longboard Tour, Dhea sudah menunjukkan prestasi gemilang baik di tingkat nasional maupun internasional. Di SEA Games 2019, ia meraih medali emas pada nomor Longboard Putri. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, Dhea juga berhasil mendapatkan medali emas kategori Women’s Longboard dan medali perak untuk Women’s Shortboard.

Keahliannya dalam dua disiplin surfing membuat Dhea dinilai sebagai salah satu atlet muda berbakat yang memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.