Media Kampung – 20 Maret 2026 | Candi Prambanan akan menambah panggung sendratari untuk menyambut libur Lebaran 2026, sekaligus meningkatkan fasilitas bagi jutaan wisatawan.

Pengelola kawasan, InJourney Destination Management (IDM), mengumumkan penambahan kapasitas parkir hingga dua kali lipat, dari 500 menjadi 1.000 unit kendaraan roda empat selama periode mudik.

Penambahan tersebut diproyeksikan untuk menampung sekitar 129.000 pengunjung yang diperkirakan akan datang ke kompleks Candi Prambanan pada minggu pertama Lebaran.

Direktur Operasi IDM, Indung Purwita Jati, menjelaskan alokasi lahan parkir dilakukan di dalam area kompleks agar pergerakan pengunjung tetap teratur.

Ia menambahkan, ”Kami menyiapkan dua kali lipat tempat parkir dibandingkan biasanya untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.”

Selain parkir, pihak pengelola bekerja sama dengan kepolisian, Forkopimda, dan Dinas Perhubungan untuk mengatur arus lalu lintas di Jalan Raya Yogyakarta‑Solo, yang menjadi jalur utama mudik.

Koordinasi tersebut mencakup penempatan petugas, pengaturan jalur masuk‑keluar, dan pemantauan kepadatan secara real‑time.

Pelaksana tugas Direktur Utama IDM, Joel Siahaan, memperkirakan total kunjungan ke empat situs warisan budaya yang dikelola IDM—Prambanan, Borobudur, Taman Mini Indonesia Indah, dan Keraton Ratu Boko—akan mencapai 391.000 orang selama libur.

Dari total itu, Prambanan diperkirakan menyumbang sekitar 129.000 kunjungan, meningkat 3‑5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

”Kenaikan ini akan mulai terasa sejak hari pertama Lebaran,” kata Joel, menekankan pentingnya kesiapan operasional.

Menyikapi peluang tersebut, Corporate Communication Manager IDM, Pardika Dewi, menilai libur Lebaran menjadi momen strategis untuk meningkatkan mobilitas wisatawan domestik.

Ia menambahkan, ”Kebijakan Work From Anywhere memperpanjang periode mobilitas masyarakat, memberi dampak positif bagi sektor pariwisata.”

Panggung sendratari baru akan dibangun di area selatan kompleks, dengan desain tradisional yang menonjolkan ukiran batu candi.

Pertunjukan sendratari dijadwalkan berlangsung setiap sore mulai tanggal 25 Maret hingga akhir Ramadan, menampilkan tari tradisional Jawa dengan musik gamelan.

Penonton diharapkan dapat menikmati pertunjukan sambil menikmati pemandangan candi, tanpa mengganggu area konservasi.

IDM memastikan bahwa struktur panggung memenuhi standar keamanan, termasuk jalur evakuasi dan penempatan pemadam kebakaran portable.

Selain itu, fasilitas toilet, tempat minum, dan area istirahat tambahan akan dibuka di sekitar panggung untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Pihak kepolisian juga menyiapkan pos kontrol dan kamera pengawas untuk memantau keamanan selama pertunjukan.

Antisipasi kepadatan kendaraan, pemerintah daerah menyiapkan jalur alternatif lewat Jalan Magelang‑Solo yang terhubung langsung ke area parkir baru.

Dengan kombinasi penambahan parkir, pengaturan lalu lintas, dan panggung budaya, diharapkan Candi Prambanan dapat melayani arus wisatawan secara aman dan nyaman selama Lebaran.

Pengelola mengingatkan pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kebersihan area candi.

Lebaran 2026 di Prambanan diproyeksikan menjadi periode dengan kunjungan terbanyak, didukung upaya peningkatan infrastruktur dan program budaya yang terintegrasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.