Media Kampung – Mobil hybrid semakin populer sebagai kendaraan ramah lingkungan, namun masih banyak pemilik yang belum memahami cara perawatan yang benar. Salah satu kesalahan umum adalah penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan di bawah rekomendasi pabrikan. Praktik ini bisa memicu gejala knocking atau detonasi yang merugikan mesin dalam jangka panjang.
Apa Itu Knocking pada Mobil Hybrid?
Knocking adalah kondisi di mana campuran bahan bakar dan udara terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api sesuai siklus kerja mesin. Hal ini terjadi karena penggunaan bensin beroktan rendah yang memiliki tingkat ketahanan terhadap tekanan lebih rendah. Dewa, mekanik dari bengkel Curb Motorsport di Ciseeng, Jawa Barat, menjelaskan bahwa BBM oktan rendah mudah terbakar akibat tekanan dan suhu tinggi di ruang bakar, sehingga menyebabkan pembakaran tidak sempurna.
Ciri-Ciri dan Dampak Knocking
Gejala knocking paling mudah dikenali dari suara mengelitik (ngelitik) yang muncul saat pedal gas diinjak, terutama ketika mobil dalam kondisi berat seperti muatan penuh, menyalip, atau melewati jalan menanjak. Suara ini semakin jelas saat mesin membutuhkan tenaga besar. “Gejala knocking terjadi karena penggunaan BBM oktan rendah memicu pembakaran tidak sempurna,” ujar Dewa.
Dampak langsungnya adalah tenaga mesin berkurang (ngempos), sehingga pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam. Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi tidak efisien. Dalam jangka panjang, pembakaran tidak sempurna menimbulkan deposit kotoran di ruang mesin, meningkatkan suhu mesin, dan mempercepat kerusakan komponen. Jika dibiarkan, mesin bisa jebol dan memerlukan biaya besar untuk turun mesin.
Tips Merawat Mesin Hybrid
Untuk menghindari kerusakan, pastikan selalu menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan sesuai rekomendasi pabrikan mobil hybrid Anda. Jangan tergiur harga BBM oktan rendah yang lebih murah, karena risiko kerusakan mesin jauh lebih besar. Selain itu, lakukan perawatan rutin di bengkel yang berpengalaman menangani mobil hybrid agar performa mesin tetap optimal.
Memahami cara merawat mobil hybrid tidak hanya menghemat biaya perbaikan, tetapi juga menjaga performa dan keandalan kendaraan dalam jangka panjang. Dengan perawatan yang tepat, mobil hybrid bisa menjadi investasi transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan