Media Kampung – Pasar otomotif Indonesia terus bergerak dinamis dengan kehadiran model-model baru. Namun di sisi lain, sejumlah model dan varian mobil harus mengakhiri perjalanannya di Tanah Air. Keputusan ini diambil pabrikan karena berbagai alasan, mulai dari perubahan preferensi konsumen, strategi bisnis, hingga penyegaran lini produk. Berdasarkan penelusuran Media Kampung, setidaknya ada empat model yang sudah tidak lagi dipasarkan secara resmi di Indonesia.

Honda City Hatchback: Produksi Dihentikan sejak 2025

Honda City Hatchback sebenarnya masih tercantum di laman resmi Honda Indonesia dengan harga Rp 384,5 juta (OTR Jakarta). Namun, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa tidak ada pengiriman unit dari pabrik ke diler (wholesales) sejak Januari hingga Mei 2026. Sales Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, mengungkapkan bahwa produksi City Hatchback sudah dihentikan sejak tahun sebelumnya. “City Hatchback itu kami sudah stop sebetulnya produksinya ya, beberapa saat lalu tahun kemarin, tetapi penjualan masih ada (penghabisan stok) karena demand-nya memang hatchback sekarang berkurang,” jelas Billy. Terakhir, model ini diproduksi pada Maret 2025 sebanyak 420 unit, dengan wholesales terakhir pada Juli 2025 sebanyak 66 unit, total 454 unit hingga akhir tahun.

Honda Mobilio: Low MPV Andalan Honda Resmi Pensiun

Berbeda dengan City Hatchback, Honda Mobilio sudah tidak lagi muncul di laman resmi HPM. Model low MPV ini juga absen dari laporan wholesales Gaikindo. Penjualan Mobilio terus menurun, hanya 421 unit sepanjang 2024. Menurut Billy, permintaan kini hanya berasal dari segmen fleet (korporasi), sementara ritel sudah hampir tidak ada. “Permintaannya ada di fleet, untuk retail sudah tidak ada permintaan, sudah hampir tidak ada. Jadi kita fokusnya ke LSUV yang lebih cocok dengan jalanan di Indonesia, ground clearance tinggi,” ujarnya. Honda Mobilio terakhir tersedia dalam varian S MT dengan harga Rp 243,3 juta. Produksi telah terhenti sejak 2024, dan sisa stok dihabiskan hingga awal 2026.

Toyota Veloz Varian Bensin: Beralih Sepenuhnya ke Hybrid

Toyota Veloz yang semula hadir dengan mesin bensin 1.500 cc kini hanya tersedia dalam versi hybrid. Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, mengonfirmasi bahwa varian ICE (Internal Combustion Engine) sudah tidak diproduksi lagi. “Iya, kita transfer semua ke hybrid. Tidak, itu untuk seterusnya, (varian ICE) enggak ada, terakhir Februari (2026),” katanya. Data Gaikindo mencatat wholesales Veloz mencapai 2.872 unit pada Januari–Maret 2026, namun hanya 63 unit di antaranya varian bensin. Sebelum versi hybrid meluncur pada November 2025, penjualan Veloz ICE sepanjang 2025 mencapai 9.182 unit. Secara total, Veloz non-hybrid generasi kedua telah terjual 101.097 unit sejak November 2021.

Chery Omoda 5 GT AWD: SUV All-Wheel Drive Paling Terjangkau Pamit

Chery Omoda 5 GT AWD yang sempat menjadi SUV AWD paling terjangkau di Indonesia dengan harga Rp 488,8 juta kini resmi discontinued. Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, menyatakan bahwa varian AWD sudah tidak diproduksi lagi. “C5 (pengganti Omoda 5) itu kita sudah tidak ada yang AWD, iya yang Omoda 5 GT. Kita sudah discontinued yang AWD,” ungkapnya. Model ini pertama kali diperkenalkan di IIMS 2023. Penjualannya sangat terbatas: wholesales 2024 hanya 17 unit, dan 2025 sebanyak 33 unit. Chery Omoda 5 GT menggunakan mesin 1.600 cc turbo bertenaga 197 dk dan torsi 290 Nm, disalurkan ke semua roda melalui transmisi DCT 7-percepatan.

Keempat model tersebut menandai perubahan strategi pabrikan dalam merespons tren pasar, terutama pergeseran ke kendaraan hybrid dan SUV. Konsumen yang masih mengincar model-model ini mungkin masih bisa menemukan sisa stok di diler, namun secara resmi produksi dan pemasaran sudah dihentikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.