Media Kampung – Pontiac Fiero mencatatkan sejarah sebagai mobil produksi massal pertama asal Amerika Serikat yang menggunakan konfigurasi mesin tengah atau mid-engine. Diluncurkan pada tahun 1984 oleh General Motors melalui divisi Pontiac, Fiero membawa terobosan teknik yang biasanya hanya ditemukan pada supercar Eropa seperti Ferrari atau Lamborghini. Meskipun dirancang sebagai mobil harian yang irit bahan bakar, Fiero menawarkan desain sporty dan handling unggul berkat distribusi bobot yang seimbang.

Latar Belakang Lahirnya Pontiac Fiero

Pada dekade 1970-an, krisis minyak mengubah preferensi konsumen Amerika yang mulai beralih ke kendaraan lebih efisien. General Motors merespons dengan merancang mobil kompak bernama Fiero yang hemat BBM namun tetap stylish. Alih-alih menjadi mobil performa tinggi, Fiero ditujukan sebagai kendaraan harian dengan biaya operasional rendah. Namun, pilihan konfigurasi mid-engine memberikannya karakter handling yang lebih baik dari mobil konvensional.

Konstruksi Ringan dengan Panel Komposit

Salah satu keunggulan Fiero adalah konstruksi bodinya yang menggunakan panel plastik komposit yang dipasang pada rangka baja space frame. Material ini membuat bobot kendaraan lebih ringan dan tahan korosi. Desain eksterior rendah dan aerodinamis membuat Fiero tampil modern dibanding mobil Amerika lain di era 1980-an.

Mesin dan Performa

Pada tahun pertama, Fiero dibekali mesin empat silinder 2.500 cc Iron Duke yang menghasilkan tenaga sekitar 98 dk. Mesin ini dipadukan dengan transmisi manual 4-percepatan atau otomatis 3-percepatan. Akselerasi 0-100 km/jam membutuhkan waktu sekitar 11 detik dengan kecepatan puncak mendekati 170 km/jam. Walaupun performa tidak istimewa, efisiensi bahan bakar menjadi nilai jual utama: konsumsi mencapai sekitar 21 km/liter untuk perjalanan luar kota.

Menanggapi permintaan performa lebih, Pontiac kemudian menghadirkan varian mesin V6 2.800 cc yang menghasilkan tenaga 140 dk, dipadukan dengan transmisi manual 5-percepatan. Peningkatan juga dilakukan pada suspensi dan sistem kemudi, sehingga handling Fiero semakin presisi dan stabil. Banyak jurnalis otomotif memuji kemampuan manuvernya yang seperti berjalan di atas rel saat menikung.

Kontroversi Kebakaran Mesin

Namun, Fiero tidak luput dari masalah. Model tahun 1984 dikenal dengan kasus kebakaran mesin yang disebabkan kerusakan connecting rod pada mesin Iron Duke, yang dapat memicu kebocoran oli mengenai knalpot panas. Hal ini memicu penarikan kembali sejumlah kendaraan dan menjadi tantangan besar bagi Pontiac. Perbaikan terus dilakukan hingga produksi berakhir pada 1988.

Warisan dan Kolektor

Meskipun hanya diproduksi selama lima tahun, Pontiac Fiero meninggalkan warisan penting sebagai pionir mobil mid-engine produksi massal Amerika. Saat ini, Fiero menjadi buruan kolektor karena desain khas, teknologi yang diusung, dan sejarahnya yang penuh warna. Mobil ini membuktikan bahwa produsen Amerika mampu menghadirkan konsep mid-engine untuk pasar massal jauh sebelum tren modern.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.