Media Kampung – Banyak orang menyebut refrigeran AC mobil sebagai freon, padahal istilah yang tepat adalah refrigeran. Di tengah musim pancaroba yang membuat suhu udara siang hari meningkat, sistem pendingin kabin atau AC menjadi andalan untuk kenyamanan berkendara. Namun, menjaga AC tetap dingin tidak cukup hanya dengan menambah refrigeran saat udara mulai terasa kurang sejuk.

Perawatan sistem AC secara menyeluruh diperlukan agar seluruh komponen bekerja optimal. Denny Setiawan dari bengkel AC Bintang Buana Berjaya di Tangerang menekankan pentingnya menggunakan refrigeran yang sesuai spesifikasi kendaraan. Sistem AC juga harus kedap udara agar tekanan kerja stabil dan tidak terjadi kebocoran.

Fungsi Refrigeran dan Tanda Kebocoran

Refrigeran bekerja dalam sistem tertutup (closed loop) untuk menyerap panas dari kabin dan melepaskannya ke luar. Jumlah refrigeran seharusnya tidak berkurang selama tidak ada kebocoran. Jika pemilik kendaraan jarang merawat AC, performa pendinginan bisa menurun. Gejalanya antara lain udara tidak dingin meski blower normal, suhu kabin tidak stabil, kompresor sering aktif-nonaktif, serta muncul bekas oli pada sambungan pipa yang menandakan kebocoran.

Selain kebocoran, penurunan performa AC juga bisa disebabkan penggunaan refrigeran yang tidak sesuai, jumlah pengisian yang salah, atau tekanan kerja di luar standar pabrikan.

Dua Jenis Refrigeran yang Umum Digunakan

Saat ini ada dua jenis refrigeran yang lazim dipakai: R-134a dan R-1234yf. Keduanya dirancang untuk kendaraan berbeda karena memiliki karakteristik tekanan kerja dan kapasitas pengisian yang tidak sama. Denny mengingatkan agar pemilik kendaraan tidak mencampur kedua jenis tersebut karena berpotensi merusak komponen AC.

Refrigeran R-134a banyak digunakan pada kendaraan produksi akhir 1990-an hingga pertengahan 2010-an. Jenis ini masih umum di Indonesia dengan tekanan kerja di sisi rendah 25–45 PSI dan sisi tinggi 150–250 PSI. Kapasitas pengisiannya berkisar 450–650 gram tergantung model kendaraan.

Sementara itu, refrigeran R-1234yf digunakan pada kendaraan generasi terbaru karena dampak lingkungannya lebih rendah. Nilai Global Warming Potential (GWP)-nya jauh lebih kecil dibanding R-134a. Tekanan kerjanya berkisar 20–40 PSI di sisi rendah dan 140–220 PSI di sisi tinggi, dengan kapasitas pengisian mengikuti spesifikasi masing-masing kendaraan.

Informasi mengenai jenis refrigeran dan kapasitas pengisian biasanya tertera pada label di ruang mesin atau bagian bawah kap kendaraan. Pastikan Anda selalu merujuk pada rekomendasi pabrikan agar sistem AC tetap bekerja optimal dan awet.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.