Media Kampung – Jasa Marga menanggapi insiden ban bocor Jagorawi yang terjadi pada sore 30 April 2026, di mana puluhan kendaraan mengalami pecah ban secara bersamaan.

Insiden tersebut dilaporkan pertama kali pada pukul 17.40 WIB oleh pengendara yang melintasi jalur arah Bogor, sementara arah sebaliknya tetap aman.

Petugas Representative Office 1 Jasa Marga Metropolitan Tollroad bersama tim Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) segera menuju lokasi untuk menyelidiki penyebabnya.

Alvin Andituahta, Senior Manager Representative Office 1, menyatakan bahwa tim melakukan inspeksi lapangan dan menemukan kerusakan pada perkerasan jalan yang berpotensi menimbulkan benda tajam.

“Kami telah melakukan penambalan sementara pada titik-titik perkerasan yang rusak dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk membersihkan area dari paku atau benda tajam,” ujar Alvin dalam keterangan resmi.

Selain perbaikan struktural, tim Mobile Customer Service dan derek JMTO berkeliling jalur tol untuk memberikan bantuan derek serta penggantian ban kepada pengguna yang terdampak.

Pengendara Lia, 28 tahun, melaporkan bahwa sekitar 11 mobil mengalami pecah ban dalam radius kurang lebih 100 meter di sekitar jembatan dekat Podomoro.

Ia menyebutkan bahwa tidak ada benda tajam yang terlihat pada ban yang pecah, menimbulkan dugaan adanya faktor eksternal yang belum teridentifikasi.

Jasa Marga menegaskan komitmen untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta berterima kasih atas laporan yang diterima melalui pusat layanan 133.

Seluruh laporan kini dipantau 24 jam melalui satu panggilan pusat 133 serta aplikasi resmi Travoy, memastikan respons cepat terhadap kejadian serupa.

Menurut data internal, kejadian ban bocor massal belum pernah tercatat pada ruas ini selama lima tahun terakhir, menandakan sifat insiden yang tidak biasa.

Tim teknis juga melakukan analisis laboratorium pada sampel perkerasan untuk mengidentifikasi kemungkinan kontaminasi material atau kegagalan produksi.

Pada malam hari, petugas menutup jalur satu arah sementara untuk memperbaiki perkerasan secara permanen, mengalihkan lalu lintas ke jalur alternatif.

Pengendara yang terpaksa menepi diberikan layanan bantuan darurat, termasuk pompa angin dan kit perbaikan ban sementara.

Pihak kepolisian turut serta membersihkan sisa-sisa paku atau serpihan logam yang ditemukan di area kejadian, mengurangi risiko lanjutan.

Jasa Marga mengumumkan rencana pemasangan kamera monitoring tambahan di titik rawan untuk mendeteksi anomali jalan secara real time.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan infrastruktur tol.

Pengguna jalan diminta tetap waspada, memperhatikan kondisi permukaan jalan, serta melaporkan segala anomali melalui layanan 133 atau aplikasi resmi.

Kondisi terbaru menunjukkan perbaikan perkerasan telah selesai, dan jalur kembali beroperasi normal sejak pagi hari tanggal 1 Mei 2026.

Jasa Marga terus memantau situasi dan siap menanggapi laporan baru demi menjaga kelancaran dan keselamatan transportasi di Tol Jagorawi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.