Media Kampung – Mobil listrik Hyundai Kona terbakar mendadak di Gresik pada Rabu, 22 April 2026, menyisakan hanya rangka kendaraan. Insiden tersebut diduga dipicu oleh indikator baterai lemah yang kemudian menampilkan peringatan overheat.
Pengemudi, seorang warga bernama Alex, melaporkan bahwa sekitar pukul 11.20 WIB mobilnya menunjukkan lampu low battery. Sekitar sepuluh menit kemudian muncul peringatan panas berlebih di panel instrument.
Setelah peringatan muncul, percikan api kecil muncul dari bagian belakang kendaraan. Api berkembang cepat sehingga Alex berusaha memadamkannya dengan alat pemadam ringan (APAR) namun gagal.
Alex segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Gresik. Tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 11.37 WIB, lima menit setelah panggilan.
Petugas memulai pemadaman dengan menggunakan busa pemadam dan selang air bertekanan tinggi. Proses pemadaman memakan waktu sekitar empat puluh menit.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.15 WIB dan tidak ada titik api yang tersisa. Kepala Dinas Pemadam, Suyono, mengonfirmasi tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian ini.
Kerusakan material masih dalam proses inventarisasi oleh pihak berwenang. Sebagian besar bodi kendaraan terbakar habis, meninggalkan hanya rangka sisa logam.
Hyundai Motor Indonesia (HMID) merespon melalui Chief Operating Officer, Fransiscus Soerjopranoto, yang menyatakan keprihatinan mendalam terhadap konsumen terdampak. Ia menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan adalah keselamatan dan kenyamanan pelanggan.
Soerjopranoto menambahkan bahwa Hyundai sedang berkoordinasi dengan dealer resmi untuk menindaklanjuti kasus ini. Perusahaan juga melakukan penyelidikan internal untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran.
Menurut pernyataan resmi Hyundai, indikasi awal menunjukkan bahwa baterai mengalami overheat yang dapat memicu percikan api. Namun, analisis akhir masih diperlukan untuk memastikan faktor teknis lainnya.
Pihak kepolisian setempat turut menyertakan tim forensik kendaraan dalam penyelidikan. Mereka akan memeriksa modul baterai, sistem pendingin, dan sensor suhu.
Kejadian ini menambah kekhawatiran publik terhadap keamanan kendaraan listrik di Indonesia. Data Kementerian Perhubungan mencatat peningkatan penjualan EV sebesar 35% pada tahun 2025.
Para ahli mengingatkan bahwa baterai lithium‑ion sensitif terhadap suhu tinggi dan harus dilengkapi sistem pendingin yang memadai. Kesalahan dalam manajemen termal dapat mengakibatkan kegagalan fungsi dan bahaya kebakaran.
Hyundai Kona EV dilengkapi dengan sistem manajemen baterai (BMS) yang dirancang untuk memantau suhu secara real‑time. Sistem tersebut biasanya akan mengurangi daya atau mematikan kendaraan bila suhu melebihi ambang batas.
Dalam kasus ini, indikator low battery muncul sebelum peringatan overheat, yang menunjukkan kemungkinan penurunan kapasitas atau degradasi sel baterai. Hal ini dapat memicu beban berlebih pada modul pendingin.
Pengemudi melaporkan bahwa ia tidak merasakan suhu abnormal pada interior mobil sebelum munculnya peringatan. Ia hanya menyadari lampu indikator yang berubah warna.
Setelah pemadaman, tim pemadam menemukan sisa-sisa busa dan abu di sekitar area mesin. Tidak ada jejak bahan kimia berbahaya yang terdeteksi pada inspeksi awal.
Hyundai berjanji akan memberikan pembaruan secara berkala kepada publik. Perusahaan juga akan menyiapkan layanan bantuan darurat bagi pemilik Kona yang berada di wilayah terdampak.
Dealer resmi Hyundai di Surabaya dan sekitarnya diminta untuk memeriksa kendaraan pelanggan yang memiliki riwayat indikator baterai lemah. Pemeriksaan akan mencakup diagnosa BMS dan suhu operasional.
Pengguna Hyundai Kona disarankan untuk selalu memantau status baterai melalui aplikasi resmi dan menghindari pengisian di tempat panas. Perusahaan menekankan pentingnya mengikuti prosedur pengisian yang direkomendasikan.
Kejadian ini menjadi catatan penting bagi regulator otomotif Indonesia dalam meninjau standar keamanan EV. Kementerian Perhubungan berencana mengadakan workshop bersama produsen pada kuartal berikutnya.
Sementara itu, masyarakat Gresik dapat menilai kembali risiko penggunaan kendaraan listrik di area dengan suhu tinggi. Pihak berwenang menyarankan agar pemilik EV memastikan ventilasi yang cukup saat parkir.
Hyundai Kona yang terbakar kini menjadi bahan perbincangan di media sosial. Netizen menuntut transparansi dan tindakan cepat dari pihak produsen.
Perusahaan menegaskan komitmen untuk memperbaiki prosedur keamanan dan meningkatkan pelatihan teknisi dealer. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mencegah insiden serupa di masa depan.
Kondisi jalan raya di sekitar lokasi kejadian tidak mengalami gangguan lalu lintas signifikan setelah pemadaman selesai. Tim pemadam memastikan area aman untuk kendaraan lain.
Penutup, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan pada infrastruktur publik akibat kebakaran tersebut. Hyundai terus memantau perkembangan dan akan mengeluarkan pernyataan resmi berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply