Media Kampung – 14 April 2026 | Yenna Yuniana, direktur PT Yasa Artha Trimanunggal, kembali menjadi sorotan setelah perusahaan memenangkan tender motor listrik MBG senilai Rp1,22 triliun.
Pengadaan tersebut mencakup 25.000 unit motor listrik yang akan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional.
Perusahaan yang berlokasi di kawasan pemukiman padat Grogol, Petamburan, menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan dan efisiensi operasional program gizi.
Namun, latar belakang hukum Yenna Yuniana menarik perhatian publik sejak November 2025 ketika ia dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi bantuan sosial beras 2020‑2021.
Saat itu, PT Yasa Artha Trimanunggal terlibat sebagai mitra logistik dalam skandal yang merugikan negara hingga Rp200 miliar.
Meskipun tidak terlibat langsung, peran sebagai saksi menambah beban reputasi perusahaan.
Dalam proses tender, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menolak pengadaan, menyatakan tidak relevan dengan prioritas gizi rakyat.
Penolakan tersebut tidak menghalangi Badan Gizi Nasional yang tetap melanjutkan prosedur pengadaan.
Pak RT setempat, Budi Santoso, mengonfirmasi bahwa kontrak telah ditandatangani pada 12 April 2026 dan motor akan mulai didistribusikan bulan depan.
Menurut Pak RT, warga mengharapkan motor listrik dapat mempercepat distribusi makanan bergizi ke wilayah terpencil.
Warga lingkungan Grogol, Siti Hartati, menyatakan dukungan terhadap proyek karena diyakini akan mengurangi polusi udara.
Siti menambahkan bahwa motor listrik akan mempermudah pengiriman bahan makanan ke posko-posko kesehatan.
Data resmi Badan Gizi Nasional menunjukkan bahwa program MBG menargetkan 1,5 juta penerima manfaat tiap tahun.
Penggunaan motor listrik diharapkan menurunkan biaya operasional sebesar 30 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Pengiriman pertama dijadwalkan pada 20 April 2026, dengan 500 unit motor listrik yang telah tiba di gudang BGN.
Tim logistik BGN menyatakan bahwa semua unit telah melewati uji kelayakan teknis dan keamanan.
Yenna Yuniana menegaskan bahwa perusahaan mematuhi semua regulasi pengadaan dan tidak ada indikasi kecurangan.
Ia menambahkan bahwa pengalaman sebelumnya dengan KPK memperkuat komitmen perusahaan terhadap transparansi.
Pengawasan internal BGN melibatkan auditor independen untuk memastikan penggunaan dana publik secara akuntabel.
Hasil audit awal menunjukkan tidak ada penyimpangan dalam proses seleksi tender.
Namun, kelompok pengawas publik tetap menuntut klarifikasi terkait peran Yenna dalam skandal bansos sebelumnya.
Pak RT mengingatkan bahwa kepercayaan warga harus dijaga dengan akuntabilitas penuh.
Warga menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai jadwal serah terima motor dan pelatihan pengoperasian.
Pemerintah daerah DKI Jakarta menyediakan fasilitas pelatihan bagi pengemudi motor listrik MBG.
Pelatihan tersebut mencakup aspek keselamatan, perawatan baterai, dan efisiensi rute distribusi.
Menurut BGN, proyek ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi emisi karbon hingga 2030.
Motor listrik yang diproduksi oleh produsen lokal dipilih karena memenuhi standar energi bersih.
Pengadaan ini juga diharapkan dapat menstimulus pertumbuhan industri kendaraan listrik dalam negeri.
Ekonom dari Universitas Indonesia, Dr. Rudi Hartono, mencatat bahwa investasi sebesar Rp1,22 triliun dapat menambah PDB sektor otomotif sekitar 0,2 persen.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan proyek ini dapat menjadi model bagi pengadaan barang publik selanjutnya.
Sejauh ini, tidak ada laporan gangguan atau penolakan dari pihak lain terkait tender tersebut.
Namun, pengawas anti‑korupsi tetap memantau jalannya proyek hingga selesai.
Yenna Yuniana menutup pernyataan dengan harapan bahwa motor listrik akan meningkatkan efektivitas program gizi nasional.
Ia juga mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mengoptimalkan manfaat sosial dan lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan