Media Kampung, Kapten tim nasional Kanada, Alphonso Davies, menyebut Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tantangan terberat dalam kariernya setelah hanya tampil sekitar 15 menit karena cedera hamstring. Dalam unggahan di Instagram, pemain berusia 25 tahun itu mengungkapkan rasa sakitnya karena tidak bisa memberikan kemampuan terbaik saat tim dan negara sangat membutuhkannya.
Kanada tersingkir di babak 16 besar setelah kalah 0-3 dari Maroko pada 4 Juli 2026. Davies, yang membela Bayern München, tidak dimainkan sama sekali dalam laga tersebut. Pelatih Jesse Marsch menjelaskan bahwa Davies merasa tidak enak badan menjelang pertandingan, meskipun hasil MRI menunjukkan tidak ada masalah signifikan. “Dia sedang belajar untuk mempercayai tubuhnya. Risikonya tidak sebanding,” ujar Marsch.
Davies hanya bermain 15 menit saat Kanada mengalahkan Afrika Selatan 1-0 di babak 32 besar. Sepanjang turnamen, ia lebih banyak berlatih terpisah dari rekan setimnya, didampingi pelatih pribadi Matthias Blankenburg. Dalam pernyataannya, Davies menegaskan tidak percaya pada alasan dan akan menggunakan kekecewaan ini sebagai motivasi untuk pulih dan kembali lebih kuat.
Cedera hamstring yang berkepanjangan membuat Davies absen dalam sebagian besar persiapan dan pertandingan. Bayern München sendiri dilaporkan mulai khawatir dengan kondisi kebugaran pemain sayap kiri tersebut. Klub Bundesliga itu baru saja mendatangkan Nathaniel Brown dari Eintracht Frankfurt dengan biaya transfer 50 juta euro sebagai calon pengganti.
Meski tersingkir, Marsch menyatakan bangga dengan perjuangan timnya. Kanada mencatat sejarah dengan meraih poin pertama, kemenangan pertama, dan kemenangan di babak gugur pertama dalam Piala Dunia. Namun, ketergantungan pada Davies dan minimnya kontribusi pemain bintang lain seperti Tajon Buchanan dan Jonathan David menjadi catatan penting bagi perkembangan sepak bola Kanada ke depan.






















Tinggalkan Balasan