Media Kampung – Penyerang Aljazair, Rafik Belghali, menjadi salah satu aktor kunci dalam drama 3-3 melawan Austria di laga pamungkas Grup J Piala Dunia 2026, Minggu (28/6/2026) di Arrowhead Stadium, Kansas City. Golnya pada menit ke-41 menyamakan kedudukan setelah Austria unggul lebih dulu melalui Marko Arnautovic.

Hasil imbang ini memastikan kedua tim melaju ke babak 32 besar sekaligus menyingkirkan Iran yang harus puas pulang lebih awal.

Laga berlangsung sengit dan penuh kejutan. Austria kembali unggul lewat Marcel Sabitzer, namun Riyad Mahrez menyamakan skor untuk kedua kalinya. Di masa injury time, Mahrez mencetak gol keduanya pada menit ke-93, membuat Austria terancam tersingkir. Namun, Sasa Kalajdzic yang baru masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol penyeimbang pada menit akhir, mengirim Austria ke putaran knockout untuk pertama kalinya sejak 1982.

Aljazair lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dan akan menghadapi Swiss di babak 32 besar. Sementara itu, Austria yang finis sebagai runner-up grup harus berhadapan dengan juara Eropa, Spanyol.

Gol Belghali tercipta berkat umpan cerdik Riyad Mahrez. Meski sempat diwarnai keberuntungan, gol tersebut menjadi titik balik bagi Aljazair untuk menjaga asa lolos. Kinerja Belghali sepanjang turnamen menjadi sorotan, menunjukkan ketajamannya sebagai penyerang andalan.

Pertandingan ini juga memicu kembali kenangan pahit ‘Aib Gijon’ 1982, di mana Austria dan Jerman Barat dituding bermain mata untuk menyingkirkan Aljazair. Namun, kedua pelatih dan pemain membantah adanya konspirasi, menegaskan bahwa laga berlangsung fair dan ketat hingga peluit akhir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.