Media Kampung – Jamie Carragher menilai kehadiran Morgan Rogers dan Jude Bellingham di lini tengah Inggris justru menghambat pergerakan Harry Kane saat melawan Panama di Piala Dunia 2026. Legenda Liverpool itu pun meminta pelatih Thomas Tuchel mengubah posisi salah satu pemain saat menghadapi DR Congo.

Dalam pertandingan terakhir fase grup, Inggris menang 2-0 atas Panama. Tuchel melakukan lima perubahan, termasuk menurunkan Rogers sebagai gelandang serang menggantikan Declan Rice yang diistirahatkan. Akibatnya, Bellingham bermain lebih dalam, sementara Rogers mengisi posisi nomor 10.

Menurut Carragher, keputusan itu membuat Kane kesulitan mendapatkan bola. Dalam wawancara dengan The Telegraph, ia mengungkapkan bahwa Kane hanya memiliki satu sentuhan di kotak penalti pada babak pertama. Total sentuhan Kane di luar kotak penalti juga sangat rendah, hanya 10 kali. Sebelumnya, melawan Ghana, Kane hanya menyentuh bola 20 kali sepanjang pertandingan.

“Ini membatasi dampak dari striker multidimensi yang merupakan senjata paling mematikan kita,” ujar Carragher. Ia menambahkan bahwa Rogers dan Bellingham kerap mencari bola di zona yang sama dengan Kane, sehingga ruang gerak kapten Inggris itu menyempit.

Carragher menyarankan solusi saat Rice kembali: memainkan Rice sebagai gelandang bertahan dalam poros ganda bersama Elliot Anderson. Dengan begitu, Kane dan gelandang serang memiliki lebih banyak ruang untuk berkreasi. Ia juga menyoroti bahwa Anderson terlalu terekspos saat melawan Panama, yang memungkinkan lawan melancarkan serangan balik.

Inggris lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup L dan akan menghadapi DR Congo. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.