Media Kampung – Republik Demokratik Kongo menjadi salah satu kejutan di Piala Dunia 2026 setelah berhasil melaju ke babak 32 besar. Tim yang tidak diunggulkan ini akan menantang raksasa Eropa, Inggris, di Atlanta Stadium pada Rabu, 1 Juni 2026, pukul 23.00 WIB. Inggris lolos sebagai juara Grup L, sementara Kongo menjadi salah satu peringkat tiga terbaik. Meskipun di atas kertas Inggris lebih diunggulkan, Kongo telah menunjukkan ketangguhan dengan menahan imbang Portugal 1-1 di fase grup. Berikut lima hal yang perlu diketahui tentang Kongo.

1. Kembali ke Pentas Dunia Setelah 52 Tahun

Kongo terakhir kali tampil di Piala Dunia pada tahun 1974 saat masih bernama Zaire, di mana mereka mencatat tiga kekalahan termasuk dibantai Yugoslavia 0-9. Kini, di bawah asuhan pelatih Sebastien Desabre, Kongo berhasil lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka. Desabre sebelumnya membawa Kongo ke semifinal Piala Afrika 2023 dengan permainan disiplin dan taktik yang fleksibel, mampu bermain dengan lima bek atau 4-4-2.

2. Kekuatan: Pertahanan Kokoh dan Serangan Balik

Ketangguhan lini belakang menjadi fondasi utama kebangkitan Kongo. Dari 57 pertandingan di bawah Desabre, mereka mencatat 29 laga tanpa kebobolan. Saat diperkuat pemain yang berkarier di Eropa, Kongo tidak pernah kalah dengan selisih lebih dari satu gol. Kekuatan utama mereka adalah serangan balik cepat yang memanfaatkan kecepatan Cedric Bakambu dan Yoane Wissa di lini depan.

3. Kelemahan: Minim Pengalaman Lawan Tim Top

Kongo sangat jarang menghadapi tim-tim yang bertengger di peringkat 20 besar dunia dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, kebugaran fisik pemain menjadi perhatian karena mayoritas pilar reguler minim menit bermain di klub masing-masing sepanjang musim 2025-2026.

4. Pelatih: Sebastien Desabre, Arsitek Kebangkitan

Pelatih asal Prancis berusia 49 tahun ini tengah menjalani peran kepelatihan ke-11 di Afrika. Ia sukses mengubah tim yang sempat dilanda krisis menjadi skuad disiplin dan cerdas secara taktis. Sebelum menangani Kongo, Desabre juga sukses bersama Uganda.

5. Pemain Bintang yang Wajib Diwaspadai

Lini belakang Kongo dipimpin kapten Chancel Mbemba. Lini tengah semakin hidup berkat gelandang muda Sunderland, Noah Sadiki. Di lini depan, Yoane Wissa, penyerang Newcastle United, menjadi pencetak gol terbanyak bersama pemain Afrika di fase grup dengan tiga gol. Pelatih Desabre memuji performa Wissa: “Kami telah mengembalikannya ke performa terbaiknya.” Ancaman lain adalah striker veteran Cedric Bakambu (35 tahun) yang mengemas empat gol di kualifikasi dan berada di ambang sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa negaranya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.