Media Kampung – Timnas Spanyol harus puas berbagi satu poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde dalam laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Senin (16/6/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi kejutan besar mengingat Spanyol merupakan tim unggulan dengan peringkat ketiga FIFA, sementara Tanjung Verde adalah debutan yang berada di peringkat ke-64.
Meski mendominasi penguasaan bola hingga 74 persen dan melepaskan 27 tembakan, Spanyol gagal mencetak satu gol pun. Ketumpulan lini depan menjadi penyebab utama kegagalan La Furia Roja meraih kemenangan.
Pelatih Luis de la Fuente mengakui penyelesaian akhir yang buruk membuat timnya frustrasi. Statistik menunjukkan bahwa Spanyol hanya mampu membukukan tiga kemenangan dari 12 laga Piala Dunia terakhir sejak menjadi juara pada 2010.
Kapten Spanyol, Rodri, menyoroti taktik defensif Tanjung Verde yang disiplin. “Mereka bertahan sangat dalam dan turun dengan cepat ke area pertahanan. Kami kesulitan mencari celah,” ujarnya.
Penampilan gemilang kiper veteran Vozinha yang berusia 40 tahun menjadi faktor utama kegagalan Spanyol. Ia berhasil menggagalkan seluruh peluang emas, termasuk sundulan Mikel Oyarzabal dan tendangan Ferran Torres yang membentur mistar.
Bahkan, striker Spanyol Mikel Oyarzabal mencatat rekor aneh: selama 30 menit pertama pertandingan, ia tidak menyentuh bola sama sekali. Ini menunjukkan betapa efektifnya pertahanan Tanjung Verde dalam mematikan pergerakan pemain depan Spanyol.
Tanjung Verde hanya melakukan satu pelanggaran sepanjang laga, menjadi catatan paling minim dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak 1966. Tim debutan ini berhasil memaksakan hasil imbang yang menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka.
Dengan hasil ini, Spanyol harus segera berbenah untuk menghadapi laga selanjutnya agar tidak terulang kembali masalah penyelesaian akhir yang mandul.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan