Media Kampung – Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, mengecam sikap terlalu percaya diri timnya setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Dallas, Senin (15/6/2026) dini hari WIB. Menurut Koeman, hasil tersebut menjadi standar minimal yang harus segera diperbaiki jika Belanda ingin bersaing menjadi juara.

Belanda dua kali unggul melalui gol Virgil van Dijk (menit ke-51) dan Crysencio Summerville (menit ke-64), namun Jepang mampu menyamakan kedudukan lewat Keito Nakamura (menit ke-57) dan Daichi Kamada (menit ke-89). Koeman menilai kegagalan mempertahankan keunggulan ini menunjukkan kelemahan fundamental, terutama di sektor pertahanan sayap.

“Ini adalah standar minimal kami. Kami harus berkembang selama turnamen. Kami perlu tampil lebih baik. Kami unggul dua kali dan seharusnya bisa menang, tetapi itu tidak terjadi. Namun, bukan berarti performa kami tidak cukup baik; ada banyak momen positif. Satu-satunya jalan adalah bangkit,” ujar Koeman dikutip dari ESPN.

Koeman menolak menyesali keputusan pergantian pemain yang dilakukannya setelah Summerville mencetak gol. Ia memasukkan sejumlah pemain baru dan menambah satu bek tengah untuk memperkuat pertahanan, namun justru Jepang mampu meningkatkan tekanan dan mencetak gol penyeimbang. “Masalahnya bukan pada taktik, melainkan buruknya pertahanan dalam momen penting. Kedua gol yang kami kebobolan terjadi karena kami tidak bertahan dengan baik. Sepak bola memang lucu, setelah Jepang mencetak gol kedua mereka juga bertahan. Kami masih bisa mencetak gol ketiga. Karena itu saya tidak menyesali keputusan saya,” tegas Koeman.

Kapten Belanda, Virgil van Dijk, yang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan, justru menjadi sorotan setelah gagal mengawal penyerang Jepang saat gol penyama kedudukan tercipta dari situasi sepak pojok. Van Dijk membalas kritik para pundit Belanda yang menilai timnya terlalu defensif setelah unggul. “Frustrasinya adalah gol itu datang dari situasi bola mati karena sebenarnya kami mampu menjaga pertahanan dengan baik. Sulit menembus mereka pada babak pertama karena Jepang bermain sangat rapat, terutama di lini tengah. Kami harus lebih cepat memindahkan permainan ke sisi lain,” kata pemain Liverpool itu.

Mantan pemain Belanda seperti Rafael van der Vaart dan Pierre van Hooijdonk mengkritik perubahan taktik yang membuat Belanda kehilangan inisiatif menyerang. Van der Vaart menilai Oranje justru menciptakan masalah sendiri dengan menjadi terlalu defensif. Sementara itu, Koeman mengakui bahwa timnya masih memiliki banyak ruang untuk berkembang seiring berjalannya turnamen.

Hasil imbang ini menempatkan Belanda di posisi kedua Grup F sementara, dan mereka harus segera berbenah sebelum menghadapi lawan-lawan berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.